Yajuj & Ma'juj

Gog & Magog ?


sumber gambar : asksophia.wordpress.com/

Metodologi
Hmm, jadi begini, Setelah saya cek lebih jauh, legenda dan kisah soal Yajuj dan Majuj ini ada di legenda atau cerita rakyat peradaban-peradaban kuno. Jadi, memang memiliki beberapa versi. Saya memutuskan untuk nggak mencampur adukkan cerita Yajuj dan Majuj dari banyak versi cerita.
Di sini, saya cuma akan menggunakan worldview (sudutpandang) dari Islam saja. Mengapa? supaya ceritanya menyeluruh dan tidak bertubrukan satu sama lain. Sebab, kalau sudah berbeda sumber, pasti akan berbeda pula ceritanya. Yang ada, pembaca malah akan bingung.
Saya setuju dengan Dr.Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh. Kata beliau, di urusan Yajuj dan Majuj, metode paling bagus memang kembali kepada Alquran dan hadist. Kita lihat saja apa yang ditulis di sana, lalu mencari tahu penjelasan dari para ulama.
.
WARNING! Penjelasan Yajuj dan Majuj nggak akan masuk akal Anda
Di sini, saya mengambil pendapat Dr.Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh (seterusnya disingkat jadi Al-Mubayyadh aja ya, capek nulisnya kalau kepanjangan). Beliau ini adalah ulama dan peneliti senior di Palestina. Jadi, secara keilmuan nggak diragukan lagi.
Beliau menulis Ensiklopedi Akhir Zaman yang tebalnya mencapai 1.022 halaman. Artinya, yang beliau tulis memang mendalam sekali. Bahasan Yajuj dan Majuj di ensiklopedi ini saja mencapai 16 halaman sendiri. Bukunya sendiri berukuran seperti majalah Tempo lho, bukan ukuran buku kecil biasa.
Bayangkan saja majalah Tempo terbit 1000-an halaman dan ada salah satu topiknya yang dibahas sepanjang 16 halaman. Jadi, kupikir 16 halaman Yajuj dan Majuj cukup banyak. Makanya disebut Ensiklopedi.

Profil Al-Mubayyadh
Ya, memang Anda nggak akan nemu foto Al-Mubayyadh di Google. Yang saya perhatikan pribadi, kehadiran penulis Arab di internet nggak sebagus penulis-penulis Barat. Saya juga nggak paham mengapa begitu. Jangankan Al-Mubayyadh, Anda juga akan sulit menemukan foto-foto para ulama Arab.
Padahal, banyak ulama yang mengatakan fotografi itu boleh. Ya, bisa jadi selfie buat mereka bukan urusan penting. Tapi jika Anda mau tahu profil singkat Al-Mubayyadh, sila tengok saja di halaman terakhir di Ensiklopedi Akhir Zaman yang jadi referensi jawaban ini. Memang harus diperbaiki. Para doktor-doktor Muslim harus hadir di internet supaya mereka dikenal dan masyarakat bisa merujuk kepada mereka.
Dr. Muhammad Ahmad al-Mubayyadh adalah seorang peneliti dari Palestina. Beliau meraih gelar doktor dalam bidang Islamic Studies atas kerja sama antara Universitas Ain Syams di Mesir dengan Universitas Al Aqsha Palestina. Beliau menyelesaikan doktoralnya selama tiga tahun dengan predikat summa cum laude. Disertasinya adalah Mashlahatu Hifzhi an Nafsi fi Asy-Syariah al-Islamiyah. Jangan tanya artinya ya, saya juga ndak paham.
Beliau punya blog di sini[1]dan di sini[2]. Kedua blognya berbahasa Arab, saya belum bisa baca huhu. Ada 9 karya yang sudah beliau tulis (termasuk disertasi). Sebagian besar sudah diterbitkan. Tapi yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia tampaknya baru satu, yaitu Ensiklopedi Akhir Zaman.
Prinsip Ketika Belajar Soal Akhir Zaman
Saya melihat banyak orang yang putus asa ketika membahas akhir zaman. Tampaknya, ada metode belajar akhir zaman yang keliru di sini. Orang-orang ini jadi ketakutan setengah mati saat membahas Imam Mahdi, Dajjal, atau Yajuj dan Majuj.
Masalahnya, ketakutan itu pun masih nggak jelas di benak mereka. Artinya, mereka pun nggak tahu secara detail, ketakutan itu cuma samar-samar saja. Akhirnya nggak tahu juga harus melakukan apa. Akhirnya bingung sendiri.
Sebenarnya bukan begitu cara Nabi dalam memberitahu para sahabatnya. Nah, gimana sih cara Nabi ketika mempresentasikan huru-hara akhir zaman? Kita cek yuk! Kita tiru cara berpikir beliau dalam menginfokan akhir zaman.
Pertama, informasi dari Nabi bukan bertujuan membuat kita putus asa. Sebaliknya, hadist beliau mengandung peringatan, kabar, sekaligus guide untuk muslim tentang bagaimana cara kita melewatinya. Kalau yang Anda dapati bukan guide tapi malah rasa putus asa, mungkin ada yang salah di cara Anda belajar akhir zaman.
Mubayyadh menulis:
Tanda-tanda hari kiamat yang disebutkan secara bersamaan dengan arahan kenabian bertujuan untuk menyelamatkan diri, seakan-akan meyebutkan satu penyakit yang selalu digandengkan dengan obat penyembuh dan terapinya yang memadai. (hal 556)
Kedua, masih merasa bingung apa yang sedang / akan terjadi? Artinya kita belum detail mengkaji akhir zaman. Padahal, Nabi sendiri sudah memaparkannya dengan sangat detail.
Ibaratnya, ketika Anda mau berangkat ke sekolah jalan kaki, ibu Anda bercerita kalau sepanjang jalan bakal ada halangan A, B, C, D, dan seterusnya. Untuk melewati A, kamu harus begini. Untuk lepas dari B, kamu harus melakukan ini, dan seterusnya. Nabi sudah memberitahukan sedetail itu.
"Pemaparan realita secara mendetail dan peranan wahyu dalam menjelaskan realitanya secara terperinci mengeluarkan orang Islam dari kebingungannya, yaitu manakala dia memiliki gambaran mendetail dari wahyu untuk setiap bagian yang dia hadapi. Dengan bimbingan wahyu, tiada lembaran yang membingungkan baginya, tiada gambaran salah yang masuk ke dalam benaknya…Dengan sebab inilah tanda kiamat diungkapkan oleh para nabi secara terus-menerus… (hal 556)
Ketiga, pemaparan yang detail itu memberikan kesimpulan bahwa muslim pada akhirnya akan bangkit dan menang. Muslim akan membawa dunia pada kemakmuran walaupun melalui pertempuran maha berat melawan Dajjal dan Yajuj dan Majuj.
Al-Mubayyadh menulis:
Realita muslimin (saat ini) yang menyedihkan akan berubah, sehingga akhir kesudahan hanya menjadi milik orang bertakwa. Kabar gembira ini meneguhkan harapan pada jiwa setiap mukmin serta mengukuhkan kesabaran di dalam dirinya, lantas menggerakkan dari dalam dirinya energi yang tersimpan untuk mempersiapkan perubahan…" (hal 556)
Keempat, setelah memahami poin ketiga bahwa muslim pada akhirnya akan menang melawan Yajuj dan Majuj, ini membuat kita berpikir keras tentang cara kita mempersiapkan diri untuk berubah terus ke arah yang lebih baik.
Ujian maha dahsyat di zaman ini sampai nanti zaman Yajuj dan Majuj akan memberikan imbalan pahala yang tak main-main juga. Rasulullah mengatakan pahala dari tiap kebaikan yang kita lakukan di zaman ini adalah 50x lipat dibandingkan pahala para sahabat. Mengapa? Sebab, orang yang bisa berbuat baik di zaman ini berarti ia luar biasa.
Al-Mubayyadh menulis:
Perjuangan adalah tahapan yang wajar dan harus dilakukan, sekaligus menepati karakter kehidupan dunia yang merupakan tempat bercocok tanam untuk akhirat… (hal 556)
Metode Rasulullah dalam Menginfokan Akhir Zaman adalah dengan Cara Menyampaikan KABAR GEMBIRA
Serius nih? Bukannya huru-hara akhir zaman isinya adalah HURU-HARA ya? Dajjal, Yajuj dan Majuj, itu kan isinya perusakan demi perusakan. Saya nggak paham deh..
Pertama, coba-coba ingat deh karakter beliau. Rasulullah nggak pernah mau menyusahkan umatnya.
Ketika Isra Miraj, beliau saja bolak-balik menghadap Allah untuk meringankan rakaat sholat. Kalau beliau tidak melakukan itu, mungkin muslim sholat 50x dalam sehari.
Beliau juga pernah bilang seandainya nggak menyusahkan umatnya, beliau ingin mewajibkan siwak (sikat gigi) tiap akan sholat. Sikat gigi minimal 5x dalam sehari? Wow.
Ketika bulan Ramadhan, beliau shalat tarawih berjamaah cuma 3 malam, selebihnya beliau shalat sendiri saja. Sampai-sampai sahabat Nabi memenuhi masjid Nabawi sambil kebingungan kenapa Nabi tidak keluar. Beliau bilang, "aku khawatir tarawih diwajibkan untuk umatku", kata beliau.
Kalian mudahkan dan jangan kalian persulit. Sampaikan kabar gembira dan jangan buat mereka lari (HR Bukhari)
Jadi, memang beginilah karakter Nabi kita.
Lalu, karakter Nabi kita yang selanjutnya adalah beliau selalu optimis. Ketika para sahabat disiksa Quraisy di Makkah, apa yang beliau katakan? Tenang, Islam akan menang! Selalu begitu. Misalnya, ini kisah singkat saat Perang Khandaq.
Ketika para sahabat mendapatkan batu besar yang tidak bisa dipecahkan, maka Rasûlullâh mulai memukul batu tersebut. Beliau memulainya dengan membaca, “Bismillah.” Lalu memukul dan berhasil menghancurkan sepertiganya dan beliau mengucapkan,
“Allâhu akbar ! aku telah di beri kunci-kunci Persia. Demi Allâh, sekarang saya melihat istana yang merah.”
Beliau melanjutkan dengan pukulan kedua. Kali ini, , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berhasil menghancurkan sepertiga berikutnya dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
“Allâhu akbar ! aku telah di beri kunci-kunci Romawi. Demi Allâh ! Saya melihat istananya yang putih.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan dengan pukulan ketiga dan akhirnya batu yang tersisa berhasil dipecahkan.
Setelah pukulan ketiga, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan, “Allâhu akbar ! aku telah di beri kunci-kunci Yaman. Demi Allâh aku melihat pintu-pintu Shan’a dari tempatku ini. (HR Ahmad) [3]
Coba cek deh. Itu dalam Perang Khandaq lho. Itu perang aliansi Jazirah Arab melawan Madinah yang kecil. Pasukan aliansi membawa 10.000 pasukan sementara para sahabat cuma 3.000 orang.
Para sahabat menggali parit dalam keadaan kelaparan. Tapi apa yang Nabi katakan? Beliau bersabda kalau Islam suatu hari akan mencapai Romawi, Persia, dan Yaman! Romawi dan Persia itu negara superpower. Kalau saat ini kira-kira seperti USA dan Tiongkok.





Ilustrasi perang Khandaq yang mencekam. Lihat betapa luas parit yang harus digali Rasulullah dan para sahabat. Kematian mengintai mereka. Tapi apa yang Rasul sabdakan di tengah situasi berat itu? Sebuah visi besar. Sebuah kabar gembira.
Coba bayangkan. Rasulullah memompa optimisme para sahabat dengan bantuan wahyu dari Allah bahwa para sahabat nggak akan selamanya dalam kesulitan seperti saat Perang Khandaq. Suatu saat para sahabat akan berjaya. Dan memang, pada masa Umar para sahabat berhasil masuk ke Romawi dan Persia.
Begitulah karakter Nabi kita. Dan begitu pula cara beliau dalam memaparkan akhir zaman…Siap? Mari kita simak. Ini dia pola ngeshare Nabi soal akhir zaman:
a. Kalau Anda cek, Anda pasti akan mendapatkan kalau Nabi sengaja skip tentang detail pertempuran-pertempuran maha berat di akhir zaman. Beliau cuma membatasi ngeshare pertempuran kolosal yang di situ umat muslim menang. Apakah Nabi mengabarkan pertempuran di akhir zaman yang di sana muslim kalah? Nggak ada.
b. Di saat Nabi menjelaskan tentang kesulitan yang diderita umatnya di akhir zaman, beliau selalu menggandengkannya dengan balasan pahala yang berlipat-lipat di akhirat. Misal, beliau menjelaskan pahala kita yang beramal adalah 50x lipat dibanding pahala sahabat yang beramal.
c. Rasulullah memperingatkan kita untuk tetap berstrategi dan tidak bertindak sok-sokan supaya tidak mati konyol. Contoh, beliau menyuruh kita kabur dari Dajjal, bukan menghadapinya. Beliau juga memaparkan solusinya jika Dajjal datang ke kota kita dan berusaha menangkap kita. Solusinya adalah membaca surat Al-Kahfi.
Saat menceritakan soal Yajuj dan Majuj, beliau mengabarkan muslim saat itu menghindari mereka ke bukit Thursina dan dengan cara membuat bunker-bunker besar. Merasa semangat Anda berapi-api dan mau berjihad melawan Dajjal dan Yajuj dan Majuj? Big No, arahan dari Allah dan kemudian Rasulullah justru adalah menyelamatkan diri. Inilah guide untuk muslim.
d. Salah satu berita Nabi adalah selalu hadirnya sekelompok muslim yang terus berbuat baik tak kenal lelah hingga kiamat nanti. Mereka terus-menerus menang dan memiliki karakter kokoh.
e. Nabi juga mengatakan bahwa Islam akan masuk ke seluruh rumah di dunia. Berapa jumlah muslim sekarang? 1,6 milyar. Dan oh, ini baru permulaan, kawan. Dan itu bukan kabar dari saya, itu kabar dari Nabi.
f. Nabi juga mengatakan bahwa umat muslim akan selalu kedatangan mujaddid (pembaharu) tiap 100 tahun. Para pembaharu ini tersebar di seluruh dunia. Mereka akan memperbaharui agama Islam dan memimpin muslim menghadapi tantangan tiap zaman. Sampai nanti pembaharu terbesar adalah Imam Mahdi dan Nabi Isa yang akan memimpin muslim menghadapi Dajjal dan Yajuj dan Majuj.
Rasul bersabda,
"Pada setiap generasi dari umatku ada orang-orang yang mempelopori" (HR Hakim)
Imam Nawawi menulis,
"Mungkin saja kelompok ini berjauhan di antara kaum mukminin yang beragam, di antara mereka ada para pemberani yang berperang di medan laga, ada pula dari kalangan mereka yang menjadi ulama ahli fikih, ada juga yang menjadi ulama ahli hadist, ada yang zuhur, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, di antara mereka ada yang memiliki jenis kebaikan yang lainnya. Mereka tidak harus berkumpul secara fisik menjadi satu, tetapi bisa saja mereka berjauhan di berbagai penjuru bumi" (hal 573)
Apakah sudah jelas? Beginilah metode Rasulullah dalam mengabarkan info soal akhir zaman. Nggak ada unsur putus asa di sana. Justru Rasulullah mengabarkan kemenangan, kabar gembira, janji pahala, strategi, guide, serta solusi demi solusi untuk umatnya. Kita saja yang perlu lebih detail dalam mempelajarinya.
Seperti yang saya tulis di atas, kalau setelah belajar akhir zaman Anda malah putus asa, mungkin ada yang salah di cara belajarnya.
Apa itu Tanda Kiamat?
Seperti yang kita tahu, ada tanda kiamat kecil dan kiamat besar. Tanda kiamat kecil ini biasanya masih masuk akal dalam pandangan manusia. Memang, dahulu para sahabat tidak paham apa maksud sabda nabi. Tapi, kita di abad 21 lah yang paham apa maksud sabda beliau.
Ini contoh tanda kiamat kecil:
“Dan bila engkau menyaksikan mereka yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian, fakir, dan penggembala kambing, (kemudian) berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” (HR. Muslim).
Sahabat nabi dahulu tidak ada yang paham apa maksud beliau saw. Maka, waktu itu sahabat nabi Ibnu Abbas bertanya,
“Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.” (Musnad Ahmad, IV/332-334, no. 2926).
Oke, para sahabat nabi sekarang tahu mereka adalah orang Arab. Tapi tetap saja tidak paham. Apa maksudnya “membuat bangunan yang tinggi?”
Waktu itu mayoritas sahabat hidup sederhana.
Makkah dan Madinah tidak seperti sekarang, itu masih desa kecil di abad 7 Masehi. Bangunan paling tinggi yang mereka tahu mungkin Kabah atau rumah sahabat-sahabat yang kaya. Buat yang sudah umroh, pasti tahu kalau Kabah tidak tinggi-tinggi amat. Ya, tinggi, tapi tingginya seperti rumah bertingkat dua saja.
Walau para sahabat nabi tidak paham, mereka tetap mewariskan hadist itu generasi ke generasi. Sampailah hadist itu ke kita yang ada di abad 21. Lalu kita semua kaget.


ket: Dubai 1990-Now[4] . Sahabat nabi tidak paham. Kita lah yang paham. Inilah maksud sabda nabi… sumber : www.frindosonfinance.com


Nah, tapi, walaupun itu mengagetkan kita, transormasi Dubai dan orang arab lainnya masih masuk akal. Jelas dong, kan mereka punya minyak banyak sekali. Mereka jadi raja minyak.

Ya, masuk akal. Karena itulah para ulama menggolongkannya sebagai tanda kiamat kecil. Berbeda dengan Ya’juj dan Ma’juj.
Menurut al-Mubayyadh, Yajuj dan Majuj ini termasuk tanda kiamat besar. Biasanya, tanda kiamat besar ini muncul di Alquran memakai istilah “al-Ayat”.
Maknanya apa tuh?
Maknanya adalah “petunjuk atas kebenaran akan terjadinya sesuatu, atau bisa juga bermakna peristiwa AJAIB yang bisa dijadikan pelajaran”.
Dari situ, ada 3 kata kunci: pertanda, petunjuk, dan sesuatu yang menakjubkan.
Artinya, Yajuj dan Majuj ini memang fenomena aneh, tanda kiamat besar, nggak masuk di akal kalau kita memakai standar peradaban manusia yang sekarang. Berbeda dengan tanda kiamat kecil yang masih masuk akal.
Tapi sebenarnya ini karena keterbatasan akal kita saja.
Sama saja kalau kita mengatakan kalau manusia bisa terbang pada orang di abad 17, pasti Anda akan ditertawakan.
Dalam kitab 1000-an halaman itu, al-Mubayyadh berusaha mengupas Yajuj dan Majuj sedalam yang beliau bisa dari samudera Alquran dan hadist.
“Saya bagaikan berdiri di samudera luas”, kata beliau. “Lalu saya kabarkan ke orang-orang bahwa lautan ini begini dan begitu”.
Tapi tetap saja, beliau mengatakan masih ada banyak misteri yang melingkupi Ya’juj dan Ma’juj. Beliau cuma bisa mengorek permukannya saja.
“Padahal, kan, yang saya lihat cuma permukaan lautan, bahkan cuma sejauh mata saya memandang. Padahal, yang di dalam samudera lebih banyak lagi dan samudera lebih luas dari sekadar jangkauan pandangan saya.”
Identitas
Seperti diberitakan di dalam hadist, mereka adalah kaum manusia, sebuah suku kuno yang “hilang” dan dikurung oleh sebuah tembok di suatu tempat di bumi. Kelak di akhir zaman, tembok itu akan runtuh dan mereka akan membanjiri bumi karena jumlahnya yang sangat banyak.
Setelah itu, mereka berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuh siapapun umat manusia yang bukan suku mereka, tidak peduli apapun. Bisa dibilang mereka hobi membunuh dan merusak. Saking banyaknya jumlah mereka, diberitakan bahwa sungai pun bisa habis karena diminum oleh mereka. Mereka juga pasukan yang handal dalam berperang dan sangat ganas. Saat itu, gabungan kekuatan Yesus dan Imam Mahdi sekalipun tidak bisa melawan mereka.
Sejarah Yajuj dan Majuj
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari Berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata,) ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.” [Al-Anbiyaa’: 96-97]
Dahulu sekali, entah berapa ribu tahun yang lalu, atau bahkan puluhan ribu tahun lalu, entahlah, ada seorang raja muslim yang sangat berkuasa dan adil. Namanya adalah Iskandar Zulkarnain. Suatu hari, ia melakukan ekspedisi, mengunjungi batas-batas terjauh dunia yang bisa ia jangkau. Ia pun menemukan sebuah bangsa yang menderita. Pemimpin mereka minta tolong ke Zulkarnain untuk menghadapi Yajuj dan Majuj.[5] Sebab, mereka telah menghancurkan banyak sekali negeri di sekitar mereka dan berbuat kerusakan.
“Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, Maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (Al-Kahfi : 98).
Iskandar Zulkarnain mengurung mereka dengan tembok sangat besar yang tak bisa mereka tembus. Kapan kejadian ini terjadi? Tidak ada yang tahu. Di mana lokasinya? Tidak ada yang tahu.


ini ilustrasi pengurungan Yajuj Majuj







[6] Siapa Sosok Zulkarnain?
Siapa pula Iskandar Zulkarnain? We never know, tidak ada keterangan tentang hal itu.
Tapi sebenarnya, kalau mengacu ke pendapat ulama, ada banyak pendapat soal siapa Dzulkarnain ini. Al-Mubayyadh membuat 4 kemungkinan:
Pertama, Alexander the Great. Buat yang belum tahu, ia adalah murid Aristoteles dan berasal dari Romawi. Mengapa nama Alexander muncul? Sebab, ada literatur abad pertengahan yang memuat cerita Alexander the Great yang mengurung dua bangsa barbar.
Cerita ini muncul di Bab 29 dari buku Travels of Sir John Mandeville yang kira-kira terbit tahun 1357.
In that same region be the mountains of Caspian that men crepe Uber in the country. Between those mountains the Jews of ten lineages be enclosed, that men clepe Goth and Magoth and they may not go out on no side. There were enclosed twenty-two kings with their people, that dwelled between the mountains of Scythia. There King Alexander chased them between those mountains, and there he thought for to enclose them through work of his men. But when he saw that he might not do it, ne bring it to an end, he prayed to God of nature that he would perform that that he had begun. And all were it so, that he was a paynim and not worthy to be heard, yet God of his grace closed the mountains together, so that they dwell there all fast locked and enclosed with high mountains all about, save only on one side, and on that side is the sea of Caspian.[7]
Juga tertulis di Alexander RomanceAlexander Legend, dan Alexander Poems[8] . Ada juga sebuah hadist yang menyebut secara implisit tentang Alexander, tapi hadist ini sangat lemah. Jadi Hadistnya tak perlu di tulis ya.

ket: buku Travels of Sir John Mandeville

ket: buku Alexander Romance, kumpulan legenda Alexander Agung
Kedua, seorang raja di zaman nabi Ibrahim. Pendapat ini didukung oleh Imam Bukhari dan Ibnu Hajar. Tapi pendapat ini lemah (hal 962).
Ketiga, raja dari Arab. Menurut Ibnu Hajar, ada beberapa syair Arab yang menyebutkan nama Zulqarnain. Tapi pendapat ini juga lemah. Kata al-Mubayyadh, paling banter itu adalah hanya kesamaan nama saja. Dan sepanjang yang dia tahu, nggak ada raja Arab yang bernama atau bergelar Zulqarnain. (hal 962)
Keempat, Cyrus the Great. Menurut al-Mubayyadh inilah pendapat terkuat. Siapakah Cyrus the Great[9]? Ini menurut Wikipedia:
Ia pendiri Kekaisaran Persia. Ia memulai kariernya selaku pejabat rendahan di bagian barat daya Iran, dia mendapat banyak kemenangan lewat pertempuran dan menguasai tiga kerajaan besar yaitu; Media, Lydia dan Babilonia.
Ia juga menyatukan hampir seluruh daerah Timur Tengah lama menjadi satu negara yang membentang mulai India hingga Laut Tengah.
Raja ini disebut namanya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen karena titahnya untuk mengembalikan orang-orang buangan, termasuk bangsa Yahudi, kembali ke tanah air masing-masing, serta mengizinkan orang-orang Yahudi membangun kembali Bait Suci di Yerusalem (Yesaya 45:13; 2 Tawarikh 36:22-23; Ezra 1:1-8).
Titah itu ditulis antara lain dalam Silinder Koresh, yang ditulis tahun 539 SM dan saat ini disimpan di British Museum, London.
Ilustrasi Cyrus the Great
Ini list gelar yang diberikan kepada Cyrus. Mantap, "mengerikan" ya? Ini menunjukkan kalau Cyrus adalah orang yang luar biasa hebat.
King of Anshan
King of Persia
King of Media
King of the World
Great King
Mighty King
King of Babylon
King of Sumer and Akkad
King of the Four Corners of the World
Tapi, apa argumen al-Mubayyadh kalau Cyrus adalah Zulqarnain? Ia mengutip syaikh Abdul Kalam Azad dan Hamid al-Aulaqi yang telah melakukan penelitian intensif. Ini ringkasan argumen keduanya yang dikutip Mubayyadh:
1.    Ayat tentang Zulqarnain turun setelah kaum Yahudi bertanya untuk menguji Nabi, apakah beliau sungguhan Nabi atau bohongan. Artinya, Zulqarnain memiliki hubungan dengan Yahudi dan pasti ada di dalam kitab suci Perjanjian Lama.
2.    Ada sebuah kitab yang menyatakan Nabi Daniel pernah bermimpi bahwa ada kibas (kambing/domba) yang menanduk barat dan timur. Itu adalah tanda bahwa ada seorang raja yang menguasai timur dan barat
3.    Ada kutipan dari para penulis zaman kuno bahwa Cyrus adalah raja yang agung, adil, dan toleran. Padahal sebagian dari mereka adalah musuh Cyrus. Artinya, Cyrus memang benar-benar hebat sehingga disegani kawan maupun lawan.
4.    Peneliti mengutip beberapa perjalanan Cyrus ke barat, timur, juga sampai ke utara tempat suku-suku yang paling terpencil dan primitif. Di situlah kata peneliti ia membangun temboknya.
Tapi buat saya yang paling menarik adalah karakter Cyrus. Disebutkan di banyak referensi kalau ia orang yang sangat toleran. Lagi-lagi, ini dari Wikipedia:
Dia terkenal amat toleran terhadap agama-agama setempat dan juga adat-istiadat mereka. Dan dia senantiasa menjauhkan diri dari sikap kejam dan ganas seperti lazimnya para penakluk.
Orang-orang Babilonia, misalnya, bahkan lebih kentara lagi orang Assyria, telah membunuh beribu-ribu manusia dan mengusir semua penduduk yang dikuatirkan bakal berontak.
Misalnya, ketika Babilonia menaklukkan Yudea tahun 586 SM, mereka memboyong orang Yudea ke Babilonia. Tetapi lima puluh tahun kemudian, sesudah Koresh menaklukkan Babilonia, dia beri izin orang-orang Yahudi kembali ke kampung halamannya.
Kalau tidak karena Koresh, rasanya orang-orang Yahudi akan musnah sebagai kelompok yang terasing pada abad ke-5 SM
Lalu, ada yang menarik lagi. Menurut syaikh al-Mubayyad, Cyrus adalah penganut sejati Zoroaster yang saat itu adalah agama Tauhid. Ia menulis begini:
Abdul Kalam Azad menuturkan bahwa dia (Cyrus) menjalankan agama secara benar dalam ajaran Zoroaster yang masih ditegakkan atas dasar ketauhidan, kemudian ajaran ini dicampuri oleh Majusi. Hamid al-Aulaqi berpendapat bahwa ada kemungkinan dia masuk Islam melalui perantaraan orang Yahudi yang menjadi tawanan ketika itu sebelum dia bebaskan.
Baiklah. Saya akan menjelaskan sedikit supaya tidak ada salah paham. Ingat, dari sudutpandang muslim, Islam tidak muncul saat nabi Muhammad datang. Islam sudah ada dari zaman nabi Adam. Justru nabi Muhammad adalah nabi terakhir.
Cuma, memang sebelum zaman nabi Muhammad, agama dari Allah bersifat lokal dan terbatas. Misalnya, Cyrus membebaskan orang Yahudi dan membolehkan mereka membangun Bait Yerussalem. Saat itu, kaum Yahudi memang muslim yang bertauhid.
Dan Cyrus, sebagai orang Persia di zaman kuno, agama Tauhid baginya adalah Zoroaster (dari beberapa sumber, Zoroaster mungkin adalah seorang nabi - saya tidak memastikan). Keduanya adalah muslim hamba Allah.
Mudahnya begini. Katakanlah pada zaman Zulkarnain (entah tahun berapa), ada 2000 suku bangsa di dunia.
Ada suku yang tinggal di kepulauan Jepang, Korea, Taiwan, Indonesia, Australia, Selandia Baru, Siberia, Mesir, dan lainnya.
Sebagian suku itu besar sekali jumlahnya seperti Bani Israil atau memiliki peradaban tinggi seperti Babilonia, sebagian lagi jumlahnya kecil dan tinggal di tempat terpencil.
Maka bisa dipastikan kurang lebih ada 2000 nabi juga pada waktu itu. Masing-masing dikirimi nabi sesuai dengan situasi kondisi bangsa-bangsa tersebut pada zaman itu.
Walah, serius nih? jumlah nabi banyak banget dong? Iya, memang banyak sekali. Nabi saw pernah mengatakan jumlahnya:
“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam al–Misykah).[10]
Sebagian ulama Islam mengatakan bahwa agama-agama yang ada sekarang adalah agama dari para nabi sebelum nabi Muhammad saw.
Oleh karena itu, kita mendapati bahwa garis besar ajaran agama-agama sebenarnya sama saja. Menyembah Tuhan yang Esa, berbuat baik, charity, sabar, dan semacamnya.
Terang saja ajarannya mirip satu sama lain, memang agama-agama itu berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah swt sendiri.
Cuma ketika bicara detail ritual ibadah, barulah tiap agama berbeda. Mengapa? Sebab nabi yang diutus memang berbeda-beda dengan membawa syariat yang berbeda. Disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa itu masing-masing.
Bahkan, bisa jadi pahlawan-pahlawan zaman kuno yang kita kagumi, raja-raja adil yang ada di cerita, dan orang-orang bijak yang mengagumkan, mereka adalah para nabi. Ya, bisa jadi. We never know. Cuma setelah waktu berlalu, sejarah mereka terkikis dan bergeser jauh, menyisakan mitos dan legenda.
Kita diperintahkan untuk tahu hanya 25 nabi, tapi kita perlu beriman kepada semua nabi walaupun banyak nabi yang kita tak tahu nama dan kisahnya.


ket: ilustrasi nabi (mungkin) Zoroaster
Tapi tetap saja ada satu benang merah di 124.000 nabi Allah itu, yaitu Tauhid. Ketika nabi Muhammad datang, agama-agama sebelumnya terhapus dan diganti dengan ajarannya yang bersifat global dan segala zaman. Itulah sudutpandang muslim.
Jadi, ya, dengan sudut pandang argumen di atas, Cyrus alias Iskandar Zulkarnain ini raja agung dan sekaligus muslim taat walaupun hukum dan ritual ibadah waktu itu berbeda dengan Islam saat ini.
Menarik banget ya? Seandainya Cyrus the Great benar-benar Zulkarnain, sekali lagi kita mendapat bukti bahwa beginilah seharusnya pemimpin muslim.
Ia berlaku kasih, adil, melindungi agama lain, bahkan menolong mereka. Orang-orang yang terbuang dari tanah airnya pun ia kembalikan ke negeri asalnya :')
Salam hormat untukmu wahai raja.

ket: ukiran Cyrus the Great yang ditemukan Pasargaede[11] , Iran. Itu adalah daerah tempat kuburan Cyrus. See, lihat ada gambar dua tanduk (Dhu-al-Qarnayn) di situ?
Tapi sayangnya memang tak ada petunjuk pasti dari hadist siapa Zulkarnain. Bisa jadi juga ia adalah raja dari kerajaan yang jauh lebih besar dan lebih kuno dari Cyrus the Great.
ket: lukisan imajinasi saat Cyrus Yang Agung membebaskan Yahudi


Jika Zulkarnain adalah raja perkasa, kenapa Yajuj dan Majuj tidak dihabisi saja?
Sebab, menurut Dr. al-Mubayyadh, Yajuj dan Majuj hidup terpencar-pencar (tidak berkumpul di dalam satu kota berbenteng misalnya). Jadi, itu menyulitkan penyerangan Zulkarnain. Jadi, lebih baik membuat semacam penghalang.
Uniknya, tindakan membangun tembok penghalang kan ini ternyata dilakukan oleh banyak raja. Kita tahu ada tembok China, kota-kota berbenteng, dan semacamnya.
Dengan apa Zulkarnain mengurung mereka?
“Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu” (Al-Kahfi: 96)
Jawabannya adalah campuran besi dan tembaga. Saya bukan insinyur atau ahli kimia, tapi saya takjub juga. Campuran tembaga dan besi bisa sekuat itu ya sampai bertahan ribuan tahun?
Timbul pertanyaan lainnya, apakah berarti Zulkarnain hidup di zaman besi? Hmm, saya tidak tahu.
Menurut al-Mubayyadh, saat orang-orang meminta Zulkarnain membuat tembok, Alquran mendeskripsikan bahwa mereka memakai kata sadd (tutup).
Artinya, mereka meminta Zulkarnain bikin penghambat seadanya, mungkin seperti benteng dan tembok. Tapi, Alquran mendeskripsikan dinding yang dibuat Zulkarnain dengan kata radm (tambal / sumbat). Katanya, kata ini merujuk ke makna “penutupan total terhadap seluruh jalan”.
Radm juga artinya “meletakkan sesuatu baik berupa batu, atau tanah, atau yang sejenis dengan keduanya sehingga dengan kombinasi tersebut terbentuk penghalang yang kuat.” (al-Mubayyadh hal. 958–959)
Ringkasnya begini:
Orang-orang itu meminta ke Zulkarnain, “Raja, tolong kami! Buatkan semacam penghalang (sadd) untuk menahan Ya’juj dan Ma’juj. Semacam benteng kota mungkin..”
Tapi saat akan membuatnya, Zulkarnain mendapat petunjuk dari Allah. Ia diperintahkan menutup TOTAL (radm) jalur Ya’juj dan Ma’juj. Ia pun mengurung mereka dengan tembok sebesar gunung, tidak hanya menghalangi mereka dengan tembok seadanya.
.
Bagaimana kondisi dunia menjelang kemunculan mereka?
Alkisah, saat itu dunia memasuki masa krisisnya yang paling dahsyat karena kemunculan Dajjal.
Dajjal menyapu bersih seluruh bumi. Ia mendatangi satu-persatu desa dan kota, tak ada yang luput kecuali Mekkah dan Madinah. Dajjal mengaku sebagai Tuhan.
Dunia panik. Peperangan demi peperangan, juga bencana-bencana maha dahsyat telah membuat banyak sekali penduduk bumi kelaparan. Banyak yang mati kelaparan.
Di saat itulah muncul Dajjal. Ia membawa makanan dan minuman segunung, GRATIS! Syarat untuk mendapatkannya cuma satu: akui Dajjal sebagai Tuhan!
Jika penduduk desa dan kota itu mengakui ia sebagai Tuhan, mereka akan mendapatkan makanan dan minuman itu. Tanah mereka pun akan subur lagi. Jika tidak mau mengakuinya, mereka akan dibantai atau setidaknya ditinggalkan hingga mati kelaparan.
Saya pernah membaca bahwa ada dua tipe macam kelaparan.
1.    Ada makanan, tapi kamu nggak bisa beli makanan itu karena nggak punya uang. Artinya, cuma sebagian yang kelaparan. Orang-orang kaya yang tetap bisa beli makanan nggak akan kelaparan
2.    Benar-benar nggak ada makanan. Jadi, mau punya uang atau tidak, tidak ada pengaruhnya. Kenapa? Mau beli makanan apa? Wong makanannya memang nggak ada. Bisa karena paceklik, perang terus menerus, atau bencana alam dahsyat.
Saya membaca menjelang munculnya Dajjal terjadi kekeringan dahsyat selama 3 tahun. Hal itu membuat makanan benar-benar langka dan membuat banyak orang di bumi kelaparan. Jadi, di masa itu, mau punya uang sebanyak apapun nggak berguna, karena memang tak ada makanan yang bisa dibeli. Nah, di saat seperti inilah Dajjal muncul dan menawarkan makanan segunung. Siapa yang tidak tergoda?
Umat muslim kabur ke mana-mana untuk menghindari Dajjal. Yang berhasil ditemukan Dajjal diminta untuk mengakui ia sebagai Tuhan. Saat muslim itu menolak, dibunuhlah ia. Orang-orang yang lemah imannya mengikuti Dajjal sehingga mereka diberi makanan dan minuman segunung.
Situasi yang mengerikan, ya?
Muslim akan menghadapi cuma dua pilihan saat itu. Sangat berat.
1.    Mengakui Dajjal adalah Tuhan, lalu diberi makanan sehingga kenyang bahkan kaya raya.
2.    Atau tidak mengakui Dajjal sebagai Tuhan lalu dibunuh atau ditinggal sampai mati kelaparan karena memang benar-benar tidak ada makanan.
Praktis, tak ada yang berani melawan Dajjal.
Ah, kecuali satu.
Dia adalah Imam Mahdi beserta sahabat-sahabatnya. Mereka saat itu adalah ummah yang sangat kuat karena mampu mengalahkan negara-negara yang berkomplot melawan mereka.
Sahabat-sahabat Imam Mahdi pun memiliki karakter seperti sahabat nabi. Kebaikan hati mereka di atas rata-rata, keimanan mereka sangat tinggi, mental psikologis mereka jempolan, mereka tak kenal takut, dan kecerdasan mereka juara satu.
Mereka adalah orang-orang yang berhasil mengalahkan negara-negara koalisi yang hendak menghancurkan mereka. Pasukan Imam Mahdi adalah muslim pilihan yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Tapi dengan kekuatan seperti itu pun, mereka tak berdaya melawan pasukan Dajjal. Mereka sampai terdesak ke pusat ibukota mereka di Yerusalem. The Anti-Christ merajalela.
Di saat Imam Mahdi dan sahabat-sahabatnya terdesak, saat itulah Allah mengirimkan pahlawan terkuat-Nya. Nabi Isa as turun dari langit keempat sambil memegang dua sayap malaikat menjelang subuh.
Tiga orang legenda akhir zaman pun berkumpul di satu tempat, yaitu gerbang Yerusalem. Sungguh pemandangan yang membelalakkan mata. Inilah tiga orang legendaris itu:
1.    Dajjal sang raja iblis
2.    Imam Mahdi, keturunan nabi Muhammad saw
3.    Nabi Isa atau Yesus.
Pertempuran antara The Real Christ Versus Anti-Christ pun dimulai.
Melihat nabi Isa as, Dajjal pun meleleh ketakutan. Sebab ia tahu, tak ada orang yang bisa membunuhnya kecuali satu orang, yaitu nabi Isa. Dan kini orang itu berdiri di hadapannya. Artinya, Dajjal akan tewas!
Diberitakan oleh nabi Muhammad saw bahwa Dajjal akan lari tunggang-langgang. Nabi Isa pun mengejarnya. Mereka adu kejar-kejaran.
Akhirnya nabi Isa as berhasil mendesak Dajjal di gerbang kota Lodd yang saat ini ada di Israel. Mereka bertarung dan nabi Isa as berhasil membunuh Dajjal.
Beliau pun kembali. Sambil menunjukkan senjatanya yang berlumuran darah Dajjal, nabi Isa memproklamirkan kemenangan umat muslim. Alhamdulilah.
Muslim seluruh dunia pun bersyukur. Dunia damai sementara. Saat itu, nabi Isa, Imam Mahdi, dan sahabat-sahabatnya adalah orang-orang yang sangat disegani di seluruh dunia.
Kebaikan mereka tak pandang bulu. Keadilan merata sebagaimana dulu kezaliman merajalela. Di saat itu lah seluruh orang akan menjadi muslim karena melihat Islam yang sebenarnya.
Dunia menjadi sangat damai karena diperintah orang-orang yang adil, The Real Christ, yaitu nabi Isa as.
 Pemimpin-pemimpin negara, gubernur, bupati, atau apapun sebutannya, mereka semua juga adalah orang adil yang dicintai oleh rakyat mereka. Para rakyat tak mau lagi dipimpin orang zalim.
Dan sebagai pasukan, mereka adalah pasukan terkuat di dunia. Tak ada satupun negara yang bisa menandingi mereka.
Tapi benarkah? Benarkah mereka adalah pasukan terkuat di dunia?
Mungkin Allah ingin menjaga agar umat muslim waktu itu tetap rendah hati. Bahwa di atas langit masih ada langit. Tetap Allah-lah sang Penguasa.
Maka Allah mengirimkan pasukan yang kekuatannya di luar nalar manusia. Allah memperingatkan nabi Isa dan orang-orang muslim untuk mengungsi ke puncak gunung.
Kurungan Ya’juj dan Ma’juj yang telah bertahan ribuan tahun pun jebol. Mereka merangsek ke seluruh dunia. Waktunya sudah tiba untuk ancaman paling besar dan paling gila!
Saat mereka muncul, bagaimana cara melawan mereka?
Nah, bukankah umat manusia memiliki duet legenda akhir zaman?
Imam Mahdi. Dia lah keturunan nabi Muhammad saw. Akhlaknya mirip nabi. Beliau telah ditunggu oleh miliaran muslim dan pada saat itu ia telah datang.
Nabi saw sendiri memerintahkan umatnya untuk mengikuti Imam Mahdi walau harus merangkak di atas salju, sebab ia mendapat petunjuk langsung dari Allah.
Ini gambaran nabi bahwa menemui Imam Mahdi adalah perintah yang sangat kuat.
Kita tentu bisa membayangkan sulitnya merangkak di atas salju, kedinginan, kaki tenggelam dalam salju. Sudah sesulit itu pun tetap harus mendatangi Imam Mahdi jika ia sudah muncul! Maka, jutaan muslim dari seluruh dunia pun setia kepadanya.
Bayangkan orang seperti apa yang diberi mandat langsung dari Rasulullah saw untuk menyelesaikan masalah-masalah di seluruh dunia?
Tentu ia haruslah orang yang luar biasa yang skill kepemimpinannya mungkin setara dengan para sahabat.
Hanya dengan kualitas seperti itulah Imam Mahdi baru bisa menyelesaikan masalah super sulit di seluruh dunia seperti syirik, pendidikan, kesenjangan sosial, korupsi, kemiskinan ekstrim, dan semacamnya.
Isa al-Masih atau Yesus Kristus. Ia adalah seorang nabi sekaligus sahabat nabi Muhammad saw. Apa? Sahabat nabi saw? Serius? Nah, definisi sahabat nabi Muhammad saw adalah orang yang bertemu dengan nabi Muhammad saw, beriman kepada beliau, dan meninggal dalam keadaan muslim.
Bukankah nabi Isa as bertemu dengan nabi Muhammad saw saat beliau Isra Mi’raj?
Dan sebagai sesama nabi, tentu saja mereka saling mengimani satu sama lain. Dan tentu sebagai nabi, nabi Isa pun akan meninggal dalam keadaan muslim.
Yes, beliau juga yang mengalahkan Dajjal, orang yang paling berbahaya sepanjang sejarah.
Jadi, beliau memiliki tiga status luar biasa:
1.    seorang nabi
2.    sahabat nabi Muhammad saw
3.    satu-satunya orang yang ditakdirkan mengalahkan Dajjal.
Dengan tiga status ini, nabi Isa as jelas adalah seorang legenda hidup.
Dengan dua orang berkualitas super tinggi seperti itu di pihak umat manusia, mana mungkin kalah?
Bahkan, duet mereka mampu mematahkan Dajjal, orang yang sangat berbahaya.
Tapi tidak.
Bahkan duet legenda akhir zaman pun kalah di hadapan Ya’juj dan Ma’juj.
Kalah telak.
Yajuj dan Majuj adalah ujian berat buat mereka dan kita semua.
Oh, masa nggak ada strategi sih? Pasti nabi Isa, Imam Mahdi, dan muslim zaman itu berpikir sangat keras bagaimana caranya melawan Ya’juj dan Ma’juj.
Bisa jadi dalam waktu-waktu damai saat pemerintahan nabi Isa itu, beliau memerintahkan penduduk dunia untuk bersiap-siap membangun bunker untuk bertahan dari serangan Ya’juj dan Ma’juj.
Hadist-hadist yang ada menerangkan bahwa kaum muslimin yang tersisa bersembunyi di benteng-benteng untuk melindungi diri dari pasukan ala kalajengking dari Yajuj dan Majuj. Dan petunjuk hadis ini jelas menerangkan bahwa jumlah Yajuj dan Majuj yang turun menyerbu itu tak dapat dihitung karena jumlahnya amat banyak. (Al-Mubayyadh, hal 974)
Orang-orang di seluruh dunia bersiap untuk bertahan. Mereka menyiapkan senjata ini dan itu, benteng yang kokoh, atau bungker-bungker di puncak gunung. Bisa jadi nabi Isa dan Imam Mahdi pun membangun bungker super kuat di bukit Thursina. Tapi tetap saja, bunker itu tak berdaya di hadapan kekuatan Ya’juj dan Ma’juj.
Tidak ada seorang pun yang bisa melawan mereka. Mereka terlalu kuat sebagai pasukan. Bukannya umat manusia yang lemah, tapi Ya’juj dan Ma’juj memang terlalu kuat.
Yesus dan Imam Mahdi pun tidak bisa melawan, padahal mereka memiliki pasukan yang sangat kuat waktu itu.
Ketika Allah mewahyukan kepada ‘Isa, ‘Sesungguhnya Aku telah me-ngeluarkan hamba-hamba-Ku, tidak ada seorang pun dapat mengalahkan-nya, maka kumpulkanlah hamba-hamba-Ku ke gunung Thur, kemudian Allah mengutus Ya’-juj dan Ma’-juj, mereka datang dari setiap tempat yang tinggi…” (HR Muslim)
Kalau mau selamat, satu-satunya jalan adalah mengungsi ke puncak-puncak gunung dan tempat terpencil lainnya.
“Nabiyullah ‘Isa dan para Sahabatnya dikepung, sehingga pada hari itu kepala seekor sapi lebih berharga daripada seratus dinar milik salah seorang dari kalian.” (HR Muslim)
Berapakah 100 dinar? Sekitar Rp200 juta. Bayangkan saja kepala sapi harganya sampai Rp200 juta karena saking langkanya. Apa kabar dengan sapi nya sendiri? Mungkin harganya mencapai milyaran. Logistik amat langka pada waktu itu karena umat manusia dipaksa terisolasi karena serbuan Yajuj dan Majuj.
Bagaimana dengan negara-negara lain yang ada pada waktu itu, mengapa mereka tidak menyerang? Entahlah, tidak diberitakan dalam hadist. Bisa jadi ada usaha penyerangan, tapi serangan mereka hancur seketika di hadapan Yajuj dan Majuj sehingga tidak diberitakan dalam hadist. Bukan umat manusia yang lemah, tapi Yajuj dan Majuj terlalu kuat.
Kemenangan Umat Manusia
Kalau Yajuj dan Majuj sebegitu kuatnya, lalu pasukan mana yang mengalahkan mereka? Jawabannya: tidak ada satupun.
Yajuj dan Majuj terlalu banyak dan terlalu ganas. Tidak ada pasukan yang bisa bertahan melawan mereka. Tidak ada kekuatan yang bisa menahan laju Yajuj dan Majuj.
Bahkan gabungan kekuatan dua legenda akhir zaman pun tak mampu menghalau mereka.
Di saat itulah, cuma Allah yang bisa mengalahkan mereka.
Nabi Isa as dan pengikutnya terus berdoa kepada Allah swt untuk menghancurkan Ya’juj dan Ma’juj. Di satu waktu, Allah mengirim semacam wabah yang menjangkiti Yajuj dan Majuj. Mereka semua pun tewas.
Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para Sahabatnya berdo’a kepada Allah, lalu Allah mengutus ulat-ulat pada leher-leher mereka (Ya’-juj dan Ma’-juj), akhirnya mereka semua mati bagaikan satu jiwa yang mati. Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para Sahabatnya turun (dari gunung) ke bumi, dan ternyata mereka tidak mendapati satu jengkal pun di bumi kecuali penuh dengan bau busuk dan bangkai mereka. Selanjutnya Nabiyullah ‘Isa dengan para Sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah mengutus sekelompok burung yang lehernya bagaikan leher unta, lalu burung ter-sebut mengambil dan melemparkan bangkai-bangkai itu ke mana saja sesuai dengan kehendak Allah. (HR Muslim)
Empat (4) Langkah Pembinasaan Yajuj dan Majuj
Seperti dituturkan hadist di atas, Yesus, Imam Mahdi, dan umat manusia waktu itu begitu kesusahan karena serangan Yajuj dan Majuj. Bisa jadi di antara mereka pun ada yang sudah putus asa. Namun, orang-orang terus berdoa kepada Allah. Allah pun menunjukkan kekuasaan-Nya.
Hanya Dia seorang yang bisa mengalahkan Yajuj dan Majuj saat duet legenda akhir zaman pun tak mampu mengatasinya. Memang Dia Maha Perkasa. Mungkin Allah swt ingin mendidik manusia di zaman itu untuk jangan sombong. “Kalian sudah mengalahkan Dajjal, orang paling jahat yang kedatangannya diperingatkan oleh seluruh nabi. Di antara kalian ada seorang nabi dan Imam Mahdi. Kalian adalah penguasa dunia sekarang. Tapi jangan sombong!” Mungkin begitu…
Kira-kira inilah proses pembinasaan Yajuj dan Majuj.
Pertama, kematian serentak
Nabi Isa, Imam Mahdi, dan pengikut mereka di seluruh dunia tak hentinya berdoa kepada Allah swt untuk mengalahkan Yajuj dan Majuj. Allah swt pun mengabulkan doa mereka.
lalu Allah mengutus ulat-ulat pada leher-leher mereka (Ya’-juj dan Ma’-juj), akhirnya mereka semua mati bagaikan satu jiwa yang mati.(HR Muslim)
Al-Mubayyadh menulis:
Allah swt pun memperkenankan doa mereka dengan mengirimkan kepada Yajuj dan Majuj cacing-cacing yang biasanya ada di rongga hidung unta atau kambing. Atau serangga lainnya dalam jumlah yang sangat banyak yang menyerang leher mereka sehingga mereka semuanya mati serentak dengan kematian yang sangat mengenaskan. Mayat mereka bergelimpangan dan saling menumpuk bagaikan kawanan belalang yang mati (hal.975)
Kedua, validasi kematian
Manusia waktu itu berkumpul dan saling bertanya-tanya. Kenapa mereka tak mendengar teriakan-teriakan dan gemuruh Yajuj dan Majuj lagi? Jangan-jangan Allah sudah membinasakan mereka semua?
Mereka pun musyawarah. “Kita harus mengecek ke bawah gunung nih!” Jangan-jangan Yajuj dan Majuj memang benar-benar sudah kalah? Ada riwayat yang bilang satu orang sudah siap mati turun dari gunung untuk memeriksa. “Ah, sudahlah, kalau kabar Yajuj dan Majuj sudah mati itu salah, aku sudah siap dibunuh mereka”.
Ada riwayat yang bilang nabi Isa dan beberapa orang ikut turun memeriksa.
Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para Sahabatnya turun (dari gunung) ke bumi, dan ternyata mereka tidak mendapati satu jengkal pun di bumi kecuali penuh dengan bau busuk dan bangkai mereka. (HR Muslim)
Al-Mubayyadh menulis:
Didapatkan pula informasi dari sebagian hadist sebelumnya tentang adanya seseorang dari kalangan kaum muslimin yang rela mengorbankan dirinya dengan cara turun gunung, menuruni bukit, untuk mencari tahu tentang keadaan musuh mereka (Yajuj dan Majuj). Lantas dia melihat mereka semua sudah terkapar mati. (hal 975)
Saat itulah prajurit Kamikaze itu buru-buru melaporkan kepada Yesus bahwa Yajuj dan Majuj semuanya sudah tewas. Nabi Isa dan orang-orang begitu gembira.
Ketiga, penyingkiran mayat Yajuj dan Majuj
Masalah belum selesai. Karena saking banyaknya mayat Yajuj dan Majuj, bau busuk mayat mereka menyebar ke seantero bumi, membuat umat manusia lain muntah-muntah saking baunya. Bahkan dikatakan tidak ada sejengkal pun bumi kecuali penuh dengan bangkai mereka.
Ya, bayangkan saja sejauh matamu memandang isinya bukan rumput yang indah ataupun sungai yang mengalir, tapi mayat yang berbau busuk. Yesus, Imam Mahdi, dan pengikutnya merasa bingung. Ini gimana cara menguburnya. Nggak mungkin! Bisa-bisa butuh ratusan tahun untuk mengubur mereka semua. Atau bisa jadi yang mengubur keburu meninggal karena bau busuk dan penyakit yang dibawa oleh mayat Yajuj dan Majuj.
Di tengah kebingungan itu, nabi Isa dan umat manusia pun berdoa lagi. Mereka mengakui tak mampu menyelesaikan masalah ini. Allah swt pun sekali lagi turun tangan. Diutuslah burung-burung yang berleher mirip unta yang membawa mayat-mayat mereka. Dikatakan bahwa langit sampai gelap karena tertutup oleh burung-burung itu saking banyaknya jumlah mereka. Padahal waktu itu bukan malam hari.
Selanjutnya Nabiyullah ‘Isa dengan para Sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah mengutus sekelompok burung yang lehernya bagaikan leher unta, lalu burung ter-sebut mengambil dan melemparkan bangkai-bangkai itu ke mana saja sesuai dengan kehendak Allah. (HR Muslim)
Al-Mubayyadh juga menulis:
Bangkai Yajuj dan Majuj dibawa oleh sejenis burung yang dikirim dari sisi Allah, lantas burung burung tersebut mencampakkannya ke lautan (hal 975)
Ada orang yang bertanya ke Al-Mubayyadh: dari mana asal burung-burung itu? Al-Mubayyadh menjawab, “Jangan menganalogikan urusan itu dengan akal dan logika kita yang terbatas”
Artinya, apapun bisa terjadi dan saat ini seorangpun tidak tahu jawabannya. Nanti jawabannya baru akan ketahuan ketika saatnya sudah tiba.
Keempat, menyingkirkan bau busuk dan anyir darah mayat Yajuj dan Majuj
Apakah masalah sudah selesai? Belum! Mayat mereka memang sudah disingkirkan oleh burung-burung berleher unta, tapi masih ada yang tertinggal. Apa itu? Bau busuk mayat dan darah!
Bagaimana pula menyingkirkan bau itu? Kalaupun Yesus dan orang-orang lain menyiramnya, mungkin butuh bertahun-tahun baru seluruh bumi bersih dari bau mereka. Mereka pun sekali lagi berdoa kepada Allah. Mereka tahu tak mampu menyelesaikan masalah ini.
Sekali lagi Allah swt memperlihatkan kuasa-Nya. Al-Mubayyadh menulis:
Akan tetapi kabar gembira ini belumlah sempurna karena bau busuk Yajuj dan Majuj merusak segala sesuatu di sekitar mereka. Kemudian Isa as dan kaum muslimin yang bersamanya kembali menundukkan diri berdoa kepada Allah, memohon agar Allah membebaskan mereka dari bau busuk bangkai Yajuj dan Majuj.
Kemudian turun hujan yang tidak biasa. Mulailah terjadi banjir dan juga yang penghabisan menerpa bumi. Hujan atau banjir ini membasahi bumi sehingga bau busuk bangkai Yajuj dan Majuj pun hilang! (hal 975)
Bumi telah bersih dan suci kembali! Tak disangka. Allah swt membersihkannya dalam waktu yang sangat singkat. Nabi Isa dan para sahabatnya pun bersyukur.
Apa yang terjadi setelah itu?
Yajuj dan Majuj kini telah musnah seluruhnya. Yesus, Imam Mahdi, dan para sahabat mereka turun dari bunker mereka di gunung Thursina. Umat manusia pun semuanya keluar dari tempat persembunyian mereka. Alangkah kagetnya mereka, ternyata masih ada senjata-senjata Yajuj dan Majuj yang tertinggal.
Dikatakan dalam riwayat, umat manusia membakar senjata-senjata Yajuj dan Majuj. Saking banyaknya jumlah senjata mereka, api yang membakar senjata mereka tak pernah padam sampai 7 tahun lamanya. Tak bisa dibayangkan sebanyak apa jumlah senjata mereka dan sebanyak apa jumlah pasukan Yajuj dan Majuj. (Al-Mubayyadh hal 975)
Di sebagian kisah yang lain, ada sisa mayat Yajuj dan Majuj yang tersisa di bumi, tapi sedikiiit sekali. Nah, sisa mayat ini dimakan oleh binatang-binatang dan sebagian jadi pupuk alami bumi sehingga bumi jadi sangat subur. Ah, pada akhirnya kita kembali ke tanah.
Manusia pun sangat bersyukur. Mereka kembali membangun bumi. Nabi Isa, Imam Mahdi, dan para sahabatnya kembali memimpin dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman.
Datangnya Zaman Keemasan Bumi!
Setelah Ya’juj dan Ma’juj kalah, datanglah zaman keemasan di seluruh bumi.
Pada zaman Umar bin Abdul Aziz[12] , zaman ini pernah datang, tapi cuma 2 tahun dan itu pun di wilayahnya saja. Kemakmuran tidak sampai ke seluruh dunia. Tapi di zaman setelah Ya’juj dan Ma’juj, kemakmuran ada di seluruh dunia. Bumi memasuki zaman keemasannya!
Dikatakan saat itu Imam Mahdi yang memimpin, lalu digantikan oleh Yesus.
Ini nubuat dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tentang zaman emas ini:
Kemudian dikatakan kepada bumi: “tumbuhkanlah buahmu dan kembalikanlah berkahmu!” Pada waktu itu sekumpulan manusia dapat kenyang dengan makan satu buah delima dan mereka dapat bernaung di bawah kulitnya yang telah terkelupas. Diberkahi pula susu, sehingga unta yang bunting dapat menghasilkan susu yang cukup untuk membuat kenyang sekumpulan besar manusia. Sapi betina yang bunting mampu menghasilkan susu yang cukup untuk satu kabilah, dan susu dari seekor kambing yang bunting cukup untuk beberapa manusia.” (HR Muslim)
Prediksi dari nabi shalallahu alaihi wassalam menarik. Kita bisa menebak-nebak kondisi di zaman itu:
1.    Hasil pertanian, buah-buahan, dan hasil bumi akan melimpah ruah. Bisa jadi supply malah lebih besar daripada demand. Keberkahan meliputi seluruh dunia.
2.    Buah delima jadi sangat besar di zaman itu, sampai orang-orang bisa berteduh di kulit delima yang sudah dikelupas. Apakah manusia di masa depan bisa memperbesar ukuran buah-buahan dengan teknologi mereka? Wallahu a’lam. Tampaknya zaman itu memang berkah sekali. Ya, jelas saja. Yang memimpin dunia adalah seorang nabi. Bagaimana mungkin nggak berkah?
3.    Tampaknya makanan dan minuman akan tersedia banyak sekali dan melimpah. Sebagai ilustrasi, susu bisa membuat kenyang banyak orang. Bahkan satu sapi bisa membuat satu kabilah (klan / suku) kenyang. Saya nggak kebayang satu sapi bisa membuat satu suku kenyang. Bagaimana caranya? Entahlah. Umat manusia di masa depan tampaknya bisa melakukan hal-hal yang mencengangkan dengan teknologi mereka.
Kalau dalam riwayat lain, saya pernah membaca kalau ada wanita yang berjalan dari Hadramaut ke Shan’a sendirian dan tidak diganggu. Wanita itu tak takut kepada siapapun kecuali terhadap Allah. Jaraknya sekitar 600 kilometer. Kenapa dipakai ilustrasi Hadramaut ke Shan’a? Zaman dahulu, jarak di antara kedua kota itu jadi sarangnya suku-suku perampok dan pembunuh. Gampangnya, kalau ada rombongan dari Hadramaut ke Shan’a, harus bawa penjaga dan pasukan yang banyak. Kalau nggak? Siap-siap mati lah.
Ini dijadikan ilustrasi karena saking amannya kondisi di waktu zaman Yesus, sampai-sampai wanita yang berjalan sendirian dari Hadramaut ke Shan’a pun nggak akan kenapa-kenapa. Wanita itu nggak akan takut kecuali kepada Allah. Artinya, keamanan di zaman itu sangat terjaga.
Dikatakan juga kemiskinan akan hilang di seluruh dunia. Orang-orang akan bingung apa yang dimaksud dengan kemiskinan. Mungkin seperti apa yang dibilang oleh Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, “akan datang saatnya kemiskinan ditaruh di museum”. Muhammad Yunus yakin sekali kemiskinan akan punah.
Ada juga hadist yang bilang bahwa anak perempuan akan bermain dengan singa dan ular dan keduanya tidak menyakiti si anak perempuan tadi.
Dalam hadist lain, bumi diperintahkan untuk jadi subur seperti di zaman nabi Adam. Makanya banyak buah-buahan dan makanan yang menjadi besar-besar. Apakah manusia zaman itu berhasil menemukan cara memperbesar buah-buahan dan makanan lain sehingga bisa mencukupi kebutuhan manusia? Entahlah.
Intinya, situasi waktu itu begitu menyenangkan. Semua orang makmur.
Dengan pertempuran ini (melawan Yajuj dan Majuj), selesailah pertempuran antara kebenaran dan kejahatan di muka bumi. Untuk selanjutnya kaum muslimin hidup dalam kebaikan yang agung (hal 975–976).
Muslim berhasil menunjukkan bahwa mereka bisa melewati seluruh ujian berat itu dengan baik. Babak terakhir sudah terjadi. Saatnya bumi mengeluarkan semua keberkahannya. Saking adilnya. Saking makmurnya zaman itu.

Burung apakah yang bisa membawa jasad Yajuj dan Majuj?
Apakah ada yang tahu foto legendaris di atas? Foto itu adalah jepretan fotografer Kevin Carter yang memenangi Pulitzer Pize.
Pertanyaan saya selanjutnya: tahukah Anda burung apa yang ada di foto itu?
Coba saya dekatkan lagi, ya. Ini dia kira-kira jenis burungnya. Yes, ini adalah burung pemakan bangkai.

Coba kita cek lagi hadist yang berkenaan tentang mayat Yajuj dan Majuj:
Selanjutnya Nabiyullah ‘Isa dengan para Sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah mengutus sekelompok burung yang lehernya bagaikan leher unta, lalu burung ter-sebut mengambil dan melemparkan bangkai-bangkai itu ke mana saja sesuai dengan kehendak Allah. (HR Muslim)
Terasa familiar antara foto leher burung itu dengan deskripsi burung yang ada di hadist? Mungkin para sahabat nabi saat diceritakan tidak paham, tapi kita bisa mengira-ngira burung apa yang dimaksud di hadist.
Gambar di atas adalah gambar burung pemakan bangkai. Dan burung pemakan bangkai ini cukup ada banyak spesies[13] .
1.    Burung Hering Hitam Erasia ( Aegypius Monachus)
2.    Burung Kondor Andes (Vultur Gryphus)
3.    Burung Himalayan Griffon ( Gyps Himalayansis )
4.    Burung Hering Berjanggut ( Gypaetus )
5.    Burung Torgos Tracheliotus ( Lappet Pacet Vulture )
6.    Burung Cape ( Cape Vulture )
7.    Burung Gyps Africanus
8.    Burung Gagak Ruppell
9.    Burung Hooded ( Necroyrtes monachus )
10.  Burung Hering Mesir (Neophron Percnopterus )
11.  Burung Hering Berparuh Panjang ( Gyps Indicus )
12.  Burung Paruh Ramping ( Gyps Tenuirostris )
13.  Burung Hering Berpunggung Putih ( gyps Bengalensis )
14.  Burung Red Headed ( Sarcogyps Calvus )
ket: Burung pemakan bangkai spesies White-rumped Vulture (Gyps bengalensis)

Pertanyaan selanjutnya, kalau begitu burung yang akan membawa jasad Yajuj dan Majuj adalah burung pemakan bangkai? Jawabannya: tidak tahu.
Mengapa? Kan tanda-tandanya cocok?
Nah, inilah dia metode para ulama Islam. Mereka menolak untuk memastikan sesuatu itu A atau B yang masih ada di masa depan. Mengapa? Ya karena itu masih ada di masa depan dan kita sama sekali tidak tahu hal yang gaib.
Kita bisa memastikan masa depan cuma apa yang dikabarkan oleh Alquran dan hadist, selebihnya jangan memastikan. Misalnya, ada ulama yang bilang kalau sifat Yajuj dan Majuj yang perusak itu mirip dengan bangsa Mongol.
Tapi apakah Yajuj dan Majuj nanti yang keluar adalah bangsa Mongol? Tidak tahu. Itu hanya tanda-tandanya saja yang mirip. Yang kita tahu adalah ada bangsa yang namanya Yajuj dan Majuj. Mereka perusak. Dan mereka akan keluar di akhir zaman. Titik. Kita tidak bisa memastikan apapun selain itu. Cuma prediksi atau teori.
Bisa jadi di masa depan ada spesies burung baru yang ditemukan manusia yang bukan spesies burung pemakan bangkai. Atau bisa jadi burung yang membawa jasad Yajuj dan Majuj diciptakan Allah khusus untuk tugas itu saja? We never know.
Ini pendapat Ust. Muhammad Zulkifli Ali dan saya setuju 100%.
Jumlah Mereka
Ada sebuah hadist yang menjelaskan bahwa jumlah manusia dibanding Yajuj dan Majuj adalah 1:1000. Entah perbandingan ini dihitung dari jumlah muslim atau dari jumlah umat manusia.
Jika perbandingannya dengan muslim saat ini, berarti jumlah kasarnya adalah 1,4 milyar muslim: 1,4 trilyun Yajuj dan Majuj.
Jika perbandingannya dengan umat manusia secara umum yang ada sekarang, maka 7 milyar: 7 trilyun Yajuj dan Majuj.
Mungkin dihitung dari jumlah muslim yang ada di zaman Nabi. Saat haji wada, ada sekitar 10.000 sahabat yang ikut. Jadi, 10k muslim: 10 juta Yajuj dan Majuj.
Atau bisa juga perbandingan 1:1000 itu dilihat dari jumlah manusia pada waktu mereka keluar dan menyebar di muka bumi. Manusia yang bukan Yajuj dan Majuj pada saat itu bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari saat ini. Tidak ada yang tahu pasti.
Begini hadistnya.
Suatu ketika di hari kiamat, Allah memanggil Adam. Lalu, Allah menyuruh Adam mengeluarkan para penghuni neraka dari barisannya. Saat Adam bertanya, jumlahnya berapa? Allah berfirman, “dari 1000 orang, 999 orang masuk neraka”.
Nabi saw segera menimpali, “(Yang masuk neraka itu) Yajuj dan Majuj 999 orang dan dari kalian (manusia selain Yajuj dan Majuj) satu orang” (HR Bukhari no 4741)
.
Insight yang Unik
 kalian dapat sesuatu yang menarik tidak dari hadist di atas? Dari 1000 orang yang dimasukkan ke neraka, 999 orang nya ternyata dari Yajuj dan Majuj. Mungkin ini tidak mengherankan, sebab mereka adalah bangsa yang hobinya merusak.
Tapi mari kita lihat sisi lainnya. Artinya, saya, Anda, dan manusia selain mereka setidaknya minoritas di dalam neraka! Untuk itu, mari kita bersyukur.
.
Kenapa mereka bisa berjumlah banyak sekali?
“Tiada seorang lelaki pun yang mati di antara mereka (Yajuj dan Majuj) kecuali dia meninggalkan keturunannya yang berjumlah 100 orang atau lebih” (HR Thabrani)
Bisa dibayangkan? Waw, pria-pria Yajuj dan Majuj bisa punya 100 keturunan sekaligus.
Yang sangat hebat adalah perempuannya. Mereka bisa mengandung 100 kali untuk masing-masing anak. Seperti apa rahim perempuan Yajuj dan Majuj? Ini sangat menarik.
.
Apa yang mereka lakukan sekarang?
Jawabannya: berusaha keluar dari kurungan Zulkarnain.
"Setiap hari mereka (Ya`juj dan Ma`juj) menggalinya, sehingga ketika dinding itu hampir mereka menembusnya, pemimpinnya mengatakan: Sekarang pulanglah kalian, karena esok hari kalian pasti bisa menembusnya! tetapi Allah mengembalikannya seperti semula.”
Hei, kita tak menemukan jejak peradaban mereka, lho!
Sepanjang sejarah banyak orang yang bertanya, bagaimana mungkin jumlah orang sebanyak itu bisa berkumpul di satu tempat selama ribuan atau puluhan ribu tahun dan tak ketahuan sama sekali oleh kita?
Well, sebenarnya masih ada banyak tempat di bumi yang belum kita jelajahi sebagai umat manusia. Tempat-tempat paling misterius, gua-gua paling dalam, hutan-hutan paling lembab, samudera-samudera terjauh, tempat-tempat paling dingin atau tempat paling panas, itu semua belum kita jelajahi.
Kenyataannya, kita tak pernah menyangka ada peradaban yang sangat kuno di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan sampai di abad 19 dan 20. Ada banyak sekali peradaban yang sangat kuno yang kita tahu keberadaannya baru-baru ini saja.
Saya mencoba mencari tahu kapan saja penemuan-penemuan legendaris arkeologi diungkap oleh para ilmuwan kita[15] . Ternyata, banyak juga yang ditemukan baru-baru ini (saya cuma mengambil yang kira-kira terkenal)[16] .
1.    Colloseum, Roma, Italia (1811)
2.    Pompei, Italia (1811)
3.    Borobudur (1814) oleh Raffles
4.    Candi Sukuh (1815) oleh Raffles
5.    Great Pyramid of Giza (1818)
6.    Patung Ramses II (1820)
7.    Kota Nineveh (1839)
8.    Penerjemahan Hieroglyphs (penerjemahan awal dimulai oleh Jean-François Champollion di 1822–1824, tapi kamus lengkapnya diterbitkan tahun 1858 oleh Society Philomathean dari University of Pennsylvania)
9.    Peradaban Maya (1839 oleh Juan Galindo)
10.  Ephesus, Turki (1845)
11.  Babylon (1852)
12.  Kota Troy (1871). Sebelumnya kota Troy adalah cerita rakyat Yunani Kuno belaka, ternyata kota Troy sungguhan ada. Diangkat jadi film Troy tahun 2004.
13.  Code of Hammurabi (1901)
14.  Machu Picchu (1911)
15.  Tutankhamun's Tomb (1922 oleh Howard Carter dan George Herbert
16.  Mohenjo Daro (1922)[17] . Dibuat filmnya oleh Bollywood, yaitu Mohenjo Daro tahun 2016. Ditemukan kembali oleh Rakhaldas Bandyopadhyay dan dari Archaeological Survey of India.
17.  Manuskrip tentang Leonidas (yang diangkat jadi film 300)[18] . Manuskrip ini baru ditemukan tahun 1926
18.  Dead Sea Scrolls (1946)
19.  Gobekli Tepe (1963)[19]
20.  Terracotta Army (1974)
21.  Otzi si Manusia es (1991)[20]
22.  Homo Floresiensis (manusia Hobbit dari Flores, Indonesia, ditemukan tahun 2003)[21]
23.  Gunung Padang (Rapporten van de Oudheidkundige (ROD~ Buletin Dinas Kepurbakalaan) menulis soal Gunung Padang tahun 1914 tapi terlupakan. Tahun 1979 penelitian dimulai lagi, tapi baru terkenal di masyarakat sekitar tahun 2011)[22]
24.  Lukisan dinding Kalimantan (2017). Mungkin berasal dari 40.000 tahun lalu[23] . Lokasinya ada di kawasan pegunungan karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur. Gabungan tim peneliti ITB dan Griffith University.[24]
Peradaban paling kuno yang kita kenal sekarang adalah Mesopotamia. Tapi bangunan atau kuil paling tua adalah Gobekli Tepe di Turki modern sekarang.
Para ilmuwan memperkirakan ia dibangun tahun 10.000 Sebelum Masehi. Sebagai perbandingan, Stonehenge dibangun sekitar 6.000 Sebelum Masehi. Bisa Anda bayangkan, Gobekli Tepe dibangun 12.000 tahun lalu!
Bahkan, bisa jadi ada peradaban yang jauh lebih kuno lagi dari Mesopotamia atau bangunan seperti Gobekli Tepe, hanyasaja belum kita temukan. Maksud saya, kalau kita menolak Yajuj dan Majuj “hanya” karena kita belum menemukan buktinya, buat saya pribadi itu agak aneh saja.
Buktinya, banyak juga peradaban dan bukti arkeologi yang kita temukan baru-baru ini. Dan di masa depan, saya yakin peneliti akan lebih banyak lagi menemukan reruntuhan masa lalu.
ket: lukisan dinding gua di Kalimantan
Ket: kuil kuno Gobekli Tepe di Turki

ket: gambaran kota Mohenjo Daro di film”Mohenjo Daro” (2016)


Lokasi Mereka
Timbul pertanyaan, di mana lokasinya? Ada banyak spekulasi dan beda pendapat di bagian ini. Mau bagaimana lagi, lokasi pastinya tidak pernah dikabarkan oleh nabi Muhammad saw.
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Yajuj dan Majuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi” (Al Anbiya: 96)
Menurut al-Mubayyadh, Alquran memakai kata hadaba (anak bukit, dataran tinggi) dan mengandung petunjuk bahwa mereka saat ini tinggal di dataran yang tinggi. Di manakah dataran tinggi yang paling tinggi? Tibet dan pegunungan Himalaya. Bahkan, julukannya adalah “Atap Dunia” saking tingginya.
Apakah Yajuj dan Majuj dikurung di pegunungan Himalaya? Tidak tahu. Kita tidak bisa memastikan.
Nah, saya lupa siapa saja nama-nama pendukung pendapat ini, tapi setidaknya ada beberapa tempat yang diperkirakan lokasi Yajuj dan Majuj sekarang:
1.    Tembok China. Menurut saya pribadi, pendapat ini keliru. Sebab Tembok China dibangun bukan untuk menghalau Yajuj dan Majuj, tapi serangan dari utara China. Pun tembok China dibangun ribuan tahun, padahal Dzulkarnain membangun temboknya dalam waktu singkat
2.    Gorgan Wall atau Darial Gorge. Lokasi ini ada di pegunungan bersalju di dekat Rusia dan Iran. Tembok ini masih misterius, jadi tak banyak yang bisa diceritakan tentang ini.
3.    Suatu tempat di kutub selatan. Mereka terkurung di suatu tembok dan tembok itu bisa jadi dilapisi es abadi kutub. Oleh karena itu, mereka tak bisa menembusnya. Kalaupun mereka bisa “menembus”, dinding es akan kembali membeku dan es mengurung mereka lagi.
4.    Pegunungan Kaukasus. Di sini, rintangannya juga adalah rintangan alam berupa salju yang digabung tembok besi Zulkarnain.
5.    Pegunungan Himalaya. Rintangannya adalah rintangan alam berupa salju abadi dan tembok besi.
6.    Buzghol-Khana, yaitu sebuah celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di distrik Hissar, Uzbekistan. Orang China menyebutnya "Tie-Men-Kuan" dan orang Arab menyebutnya “Bab al-Hadid”. Semuanya artinya adalah “pintu besi”.
Saya pribadi pilih lokasi di Darial Gorge.
Tapi ingat, ini cuma pendapat pribadi saja. Tidak ada pengaruhnya juga walaupun saya benar atau salah, toh lokasi mereka tetap tidak akan terjangkau.
Ada beberapa orang yang dikatakan telah mencapai tempat Yajuj dan Majuj, yaitu:
1.    Sallam dan pasukannya (ekspedisi yang dikirimkan khalifah muslim)
2.    Winston Churchill
3.    Ibnu Batthutah
4.    Timurlenk
5.    Hiouen Tsiang
Ket: perbandingan es di kutub dari tahun 1979–2012 (NASA). Lihat, makin lama makin mengecil karena global warming. Ini sekaligus juga global warning[25] .

Misteri Darial Gorge[26]
Ada seseorang dengan username 12345 mengklaim menemukan lokasi Yajuj dan Majuj[27] . Letaknya di mana? Darial Gorge.
Ia menulis begini:
“Here are my findings. Please be informed that I am sharing this based on my best knowledge and I do not insist, what I have found is 100% defend-able. Allah only knows best.
Location info for Google earth users (browse in 3D):
Lat: 42°46'58.09"N
Long: 44°37'31.03"E
Name: Daryál Gorge, Georgia”
Lalu, orang dengan username Scimitar memposting sebuah gambar. Ia melakukan perhitungan sederhana tentang tinggi tembok yang mengurung Yajuj dan Majuj.
Menurut dia, tingginya kira-kira 170,85 meter. Beginilah penampakan temboknya menurut Scimitar.

Ket: Lokasi Darial Gorge di peta

Jadi, apa itu Darial Gorge? Ia adalah semacam celah sempit yang menjadi tempat perlintasan dari banyak suku bangsa kuno.
Nama Darial asalnya adalah Dar-I-Alan dari bahasa Persia. Artinya adalah Gates of Alans (Gerbang Orang-orang Alan). Siapa pula Alan ini? Alan[28] adalah dialek Persia untuk bangsa Arya kuno.
Darial Gorge ini punya banyak nama di literatur kuno[29] . Misalnya:
·         Iberian Gates atau Caucasian Gates
·         Orang Rusia menyebutnya Darialis Kheoba
·         Strabo, sejarawan Yunani, menyebutnya Porta Caucasica and Porta Cumana
·         Plato menyebutnya Fortes Sarmatica atau Portae Caspiae
·         Bangsa Georgia kadang menyebutnya Darialani
·         Bangsa Tartar menyebutnya Darioly
Jika ingin melihat foto-foto Darial Gorge dari masa ke masa, silakan klik link berikut[30] dan di sini juga[31]. Fotonya terlalu banyak, jadi tidak bisa saya share ke sini.
Sebagian orang yang mengunjungi Darial Gorge pun bertanya-tanya, “Is it Ya'juj and Ma'juj (Gog and Magog) located?” kata Iqbal Khalid di Google Review. Yah, saya pun tak bisa jawab itu, Iqbal.
Ekspedisi di Zaman Kekhalifahan
Di mana lokasi mereka sekarang? Tidak ada yang tahu. Nabi Muhammad saw pun tidak diberitahu lokasinya. Namun, dahulu khalifah Al Watsiq Billah[32] pernah bermimpi bahwa tembok Yajuj dan Majuj telah runtuh. Al Watsiq ini terkenal sebagai pemimpin yang mencintai ilmu. Ia dekat dengan para ulama, seniman, dan para cendekiawan. Ia juga memiliki bakat musik tinggi dan dikatakan menulis sampai 100 lagu.
Karena penasaran dengan mimpinya, Al Watsiq Billah pun mengutus suatu rombongan yang terdiri dari militer dan ilmuwan muslim. Pemimpinnya adalah Sallam. Sallam membawa 50 orang dalam ekspedisinya. Dikatakan ia membawa 5000 dinar sebagai bekal ekspedisi (sekitar Rp10 milyar). Misi mereka cuma satu: menemukan lokasi Yajuj dan Majuj. Penuturan ekspedisi ini sepenuhnya saya kutip dari buku Al-Mubayyadh dari halaman 982–983.
“Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke raja Lan, lalu ke penguasa Faylan.
Pernah dengar daerah-daerah itu? Al-Mubayyadh menulis daerah-daerah di atas tampaknya sudah punah dan hilang dari sejarah. Kita tak tahu di mana lokasinya dan kerajaan seperti apakah mereka.
Akhirnya, penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam dan rombongan untuk sampai ke pegunungan Yajuj dan majuj. Selama 27 hari Sallam mengarungi puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj dan Ma’juj tempo dulu.
Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj Ma’juj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma-juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.
Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).
Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya-juj-Ma-juj itu.
Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, dan membunuh suku-suku lain. Mereka pembuat onar dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia.
Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi. Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.
Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah, pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.
Gimana menurut pendapat Anda?
Ekspedisi Abad 21
Sekelompok tim penjelajah mencoba untuk berkunjung ke Darial Gorge. Mereka membawa peralatan-peralatan modern seperti gergaji mesin dan semacamnya.
Sayangnya, saya tidak tahu siapa mereka dan dari lembaga mana. Video yang mereka unggah ke Youtube ini berbahasa Arab, jadi saya tidak paham. Tapi silakan tonton di sini[33]. Anda paham bahasa Arab? Tolong sedikit terjemahkan untuk kami dong :)
Berikut ini gambar-gambarnya yang sebagian saya screenshot dari video:

Majulah ke menit 15:45 langsung. Di sana tim ekspedisi berusaha mengebor lokasi yang mereka sangka tembok Yajuj dan Majuj.

Mereka mengecek dari helicopter
Tim ekspedisi


Yang menarik adalah komentar yang muncul di video itu. Di bawahnya ada banyak pendapat. Kira-kira artinya begini kalau diterjemahkan bebas:
“Kita nggak seharusnya mencoba membobol tembok itu. Apa sih yang lo pada pikirin? Namanya bunuh diri tahu kalau coba membebaskan Yajuj dan Majuj” (Marcus TR)
“Santai bro. itu cuma ekspedisi kok. Kalaupun mereka bisa nemu tembok Yajuj dan Majuj, tetep aja mereka nggak bisa membukanya” (karim ahm)
“Lo yakin sob itu tembok Yajuj dan Majuj?” (luchmansky)
“Emang sih, ada orang yang ngasih koordinat di Google Earth” (tarzie84)
“Ini program apa ya? Uh, ada yang bisa terjemahin ke bahasa Inggris nggak? Gw nggak ngerti sama sekali. Cuma ngerti pas mereka bilang “Jabal” (gunung) doang hahaha” (Rully W Hendrawan)
“Di menit 16:25 tuh ada suara apaan ya?” (Vay Babayin)
Coba cek videonya di sini[34] ya.
Di video[35] lain, lelaki yang bernama David Kochi yang mengaku sebagai orang Georgia menulis begini di komen:
Saya orang Georgia. Orang-orang kami hidup di tengah Greater Caucasus (Kaukasus besar) dan Minor Caucasus (Kaukasus kecil) begitu lama sehingga tidak ada yang benar-benar tahu dari mana kami berasal dan dari mana bahasa kami berasal.
Tetapi sejarah dan tradisi kami mengatakan bahwa alasan kami berada di sana adalah untuk selalu menjaga 3 gerbang yang melalui Greater Caucasus
Kami bukanlah tanah tempat tinggal Yajuj dan Majuj, tapi kami adalah penjaga tembok. Dan sekarang kami terlalu lemah dan tidak ada yang membantu kami lagi”
Tanggal 17 Mei 2014, Konstantin Stalinsky[36] dari media Trend melaporkan bahwa ada bongkahan batu-batu besar yang runtuh di Darial Gorge. Reruntuhan itu memblok sungai Terek.

Ada 3 orang pekerja Turki meninggal dan 15 orang terselamatkan. 7 orang dilaporkan hilang, yaitu 6 supir dan 1 penduduk lokal.
Kakha Kaladze, Menteri Energi Georgia
Rumor menyebutkan penyebabnya adalah konstruksi yang tidak kuat. Tapi Menteri Energi Georgia, Kakha Kaladze[37]menolak rumor itu. Menurutnya, penyebabnya adalah bencana alam biasa saja. Ini juga pernah terjadi di 2003 dan 2007[38] . FYI, longsor itu cukup besar, sampai ada 5 juta kubik meter batu dan es yang ambrol.
Saat itu, kondisinya lumayan parah.
Tapi tanggal 23 Oktober 2015, Darial Gorge sudah rapi lagi karena diperbaiki pemerintah Georgia[39] . Mulus
Tanggal 10 September 2018 kemarin, terowongan sepanjang 2 km sudah menembus Darial Gorge[40].
Sekadar pertanyaan iseng saja, apakah ini punya andil membuat tanah Darial Gorge rapuh? Mengingat ada beberapa longsor besar sebelumnya. Entahlah, saya bukan ahli bebatuan.
Dr. Hassan Sheikh Hussein Osman pada 26 September 2018 mengunjungi Celah Darial yang berada pada 170 km di sebelah utara Ibu Kota Georgia, Tbilisi. Katanya, beliau menemukan sisa-sisa tembaga di Darial Gorge. Apakah itu sisa-sisa tembok Yajuj dan Majuj? Entahlah[41], lagipula ini hanya ekspedisi dan tak ada orang yang tahu jawabannya.


Apa mungkin kita menemukan lokasi mereka?
Saya pribadi tidak menyarankan untuk mencari mereka karena itu tidak diperlukan. Masih banyak kok isu di sekitar kita yang perlu diselesaikan. Masalah tauhid, kemiskinan, pendidikan yang rendah, ketimpangan ekonomi, dsb.
Kalaupun ada ekspedisi di abad 21 ini yang bisa menjangkau lokasi mereka seperti di zaman Al-Idrisi, tetap saja tembok itu tidak akan terbuka karena memang belum waktunya.
Pun sangat mungkin penemuan ini akan sangat dirahasiakan karena sangat misterius. Ada tembok tebal dan sangat tinggi yang dibuat dari zaman kuno? Apa maksudnya? Penemuan ini akan menambah deretan hal misterius yang berasal dari zaman kuno yang manusia abad 21 tidak pahami. Info itu akan “ditahan” di kalangan terbatas saja.
Kalaupun penemuan itu berhasil disebar ke seluruh dunia, saya tebak tidak akan ada banyak orang yang peduli. Paling mentok jadi isu masyarakat arkeologi atau kaum religius yang tertarik dengan isu eschatology alias isu akhir zaman. Isu kemiskinan, pendidikan, atau pilpres lebih seksi dibanding isu penemuan tembok raksasa entah dari zaman mana.
Saat ini pun isu Yajuj dan Majuj tidak banyak dibicarakan dan itu sayang sekali.
Ini soal keimanan
Tapi, bukankah tidak masuk akal ada manusia yang jumlahnya sebanyak itu di bumi dan kita tidak sadar? Well, Yajuj dan Majuj ini bisa dibilang masuk ke keimanan terhadap hari kiamat. Mereka termasuk ke tanda-tanda menjelang kiamat.
Soal aqidah bisa jadi tidak masuk akal karena masuk ke ranah gaib dan belum terjadi di masa depan. Mau masuk akal atau tidak masuk akal, bukan itu poinnya.
Di Islam, aqidah tidak bersumber dari akal, tapi dari wahyu Allah. Yang penting yakin saja. Tentang detail kejadiannya, kita takkan pernah tahu kecuali kita hidup di zaman ketika Yajuj dan Majuj muncul.
Syaikh al-Mubayyadh berkata:
“Hari-hari mendatang mengandung banyak hal yang sangat mengejutkan, melampaui yang dapat dibayangkan manusia sehingga memerlukan berbagai persiapan untuk menghadapinya. Mayoritas orang melalaikan hal ini”
.
Lantas, Seperti Apa Kita Harus Bersikap?
Oke, sekarang kita sudah tahu tentang Yajuj dan Majuj. Mereka akan muncul di akhir zaman dan tak terkalahkan oleh manusia manapun.
Tapi, setelah membaca soal ini, adakah yang merasa menyerah, apatis, dan putus asa? Apakah ada yang merasa lebih baik nggak melakukan apa-apa dan kabur saja?
Seperti yang saya tulis di atas, bukan begitu metode Nabi dalam share akhir zaman. Mari kita cek, sebenarnya ada berapa orang sahabat nabi yang meriwayatkan kisah Yajuj dan Majuj dari nabi?
1.    Abu Said al Khudri
2.    Abdullah bin Umar
3.    Ibnu Harmalah
4.    Abu Hurairah
5.    Zainab binti Jahsy
6.    Abdullah bin Mas’ud
7.    Nawwas bin Sam’an
Itu nama-nama sahabat yang tercantum di buku Syaikh al-Mubayyadh.
Para sahabat nabi adalah orang-orang yang paling mengerti hadist. Mengapa? Jelas saja, soalnya hadist kan diturunkan di zaman mereka. Nabi membacakannya langsung di depan mereka.
Sekarang silakan  googling sendiri siapakah mereka dan seperti apa riwayat hidup mereka.
Pertanyaannya, apakah yang mereka lakukan?
Apakah ada satu cerita di mana mereka putus asa setelah mendengar kisah Yajuj dan Majuj?
Apakah mereka menyerah, bunuh diri, atau kabur dari sisi nabi?
Apakah mereka menenggelamkan diri ke sumur, masa bodoh dengan masyarakat, lalu menjauh dari kehidupan dunia?
Apakah para sahabat beralasan bahwa ini takdir, lalu putus asa dan merasa tidak akan ada yang mampu berbuat apapun?
Tidak pernah terdengar hal seperti itu.
Justru, para sahabat tetap tegar. Mereka menerima kenyataan dan move on. Mereka balik bertanya, “perbuatan baik apa yang harus kulakukan saat ini? Apa persiapan yang perlu kususun?”
Kenapa para sahabat bisa setegar itu? Sebab, nabi sudah memberitahu solusinya. Nabi tidak cuma memberitahu fenomena-fenomena dahsyat yang bakal terjadi di akhir zaman, tapi juga solusinya.
Masalahnya, kita yang orang awam tidak paham. Tapi para sahabat paham. Sekarang, saya akan share satu hadist yang dikutip dari Syaikh al-Mubayyadh.
“Hendaklah kalian bersegera melakukan amal salih sebelum fitnah (ujian/perselisihan) terjadi laksana malam yang amat pekat. Saat itu seorang lelaki beriman pada pagi harinya dan menjadi kafir pada sore harinya. Atau pada sore harinya beriman dan menjadi kafir pada keesokan harinya, karena dia menjual agamanya dengan harta dunia” (HR Muslim).
Apa yang kalian tangkap dari hadist ini? Nabi memberitakan akan terjadi fitnah (ujian) yang sangat besar sampai-sampai orang dengan mudahnya menjadi muslim lalu kafir?
Yes, memang benar. Tapi ada satu lagi yang nabi sampaikan. Apakah Quoran sadar kalau nabi memberitahu solusinya di sana? Ini dia..
“Hendaklah kalian bersegera melakukan amal salih…”
Inilah solusi yang tidak kita sadari!
Kalau nabi mau membuat para sahabat dan umatnya putus asa dan pasif, kenapa beliau repot-repot memberikan solusi?
Nabi menegaskan seolah-olah begini, “Nanti bakal terjadi hal-hal besar dan mengerikan. Kamu akan dibombardir oleh ujian-ujian yang sangat besar yang mungkin nggak akan sanggup kamu tanggung. Tapi tenanglah, saya punya solusinya. Ini yang harus kamu siapkan. Kamu harus melakukan banyak perbuatan baik. Sesegera mungkin. Janga ditunda-tunda. Itu akan membuat dirimu selamat”
Itulah yang dipahami oleh para sahabat nabi dan yang mereka praktekkan. Dan lagi-lagi jangan salah paham ya. “Amal salih” itu tidak sekadar sholat, sedekah, atau hal-hal praktis lain.
Membangun keluarga yang baik, mendidik anak-anak jadi orang yang cerdas dan solutif, membuat yayasan untuk memberi beasiswa 1000 mahasiswa, membuat empire bisnis yang mempekerjakan 100.000 orang Indonesia, itu semua amal salih.
Lakukan hal-hal besar. Bermimpilah untuk memberikan kontribusi di level nasional atau global. Bangun kerjasama antarnegara, bangun komunitas jutaan orang, gerakkan bisnis Asia. Itu semua amal salih. Jadi jangan sempitkan makna amal salih dengan “sekadar” perbuatan praktis seperti shalat misalnya. Itu cuma sebagian kecil saja.
Lakukan amal salih sebanyak mungkin dan jangan ditunda-tunda. Mudah-mudahan dari amal salihmu itu entah yang mana, ada manusia yang terdidik atau terbantu. Kelak, dia bakal memimpin masyarakat dan menyiapkan masyarakat supaya lebih siap menghadapi masa depan.
Bahkan, nabi memberi paradigma yang sangat unik. Begini:
“Jika hari kiamat terjadi sedang di tangan salah seorang dari kalian ada tunas pohon kurma, jika dia mampu untuk tidak berdiri sampai dia selesai menanamnya, maka hendaklah dia mengerjakannya” (HR Ahmad)
Ini yang diminta Rasulullah dari kita. Seandainya nih, suatu hari kita mau menanam benih pohon. Kita jongkok untuk menanam benih itu. Tiba-tiba, saat jongkok itulah, kiamat terjadi. Kata nabi, tetap tanam benih pohon itu!
Artinya apa? Ini kata Syaikh al-Mubayyadh:
“Misi Islam adalah misi berderma, bahkan sampai pada kondisi yang sedemikian gelap gulita.
Jangan sampai orang membayangkan bahwa kepayahan, fitnah (ujian), dan kerusakan yang telah berkembang sedemikian besar dan merajalela menjelang kiamat mendorong mereka malas-malasan, tidak mau beramal, atau meremehkan misi suci ini (berderma / berbuat baik). Setiap muslim tetap dibebani kewajiban selama nyawa masih dikandung badan.
…Nabi mendorong kaum muslimin agar beramal dan berderma SAMPAI KAPANPUN, walau seandainya hari kiamat sudah di depan mata sedang di tangan salah seorang dari mereka ada tunas pohon kurma, maka hendaklah dia tetap menanamnya meskipun dia tahu pasti bahwa dirinya tak akan memetik buahnya dan dia pun tahu dirinya tidak akan mendapatkan pahala yang terus menerus setelahnya (karena sudah terlanjur kiamat)”



Referensi
Buku Ensiklopedi Akhir Zaman oleh Dr.Muhammad Ahmad al-Mubayyadh
Gog and Magog in Early Syriac and Islamic Sources: Sallam’s Quest for Alexander's Wall oleh Erneri van Donzel dan Andrea Schmidt. Dengan kontribusi oleh Claudia Ott.

Quora : Wahyu Awaludin, belajar di Universitas Indonesia

Catatan Kaki
[34] http://karim ahm


Terimakasih telah membaca : )














n

Comments

Popular posts from this blog

Proposal Hidup