Yajuj & Ma'juj
Gog & Magog ?
![]() |
Metodologi
Hmm, jadi begini, Setelah saya cek lebih jauh, legenda dan kisah soal Yajuj dan
Majuj ini ada di legenda atau cerita rakyat peradaban-peradaban kuno. Jadi,
memang memiliki beberapa versi. Saya memutuskan untuk nggak mencampur adukkan
cerita Yajuj dan Majuj dari banyak versi cerita.
Di sini, saya cuma akan
menggunakan worldview (sudutpandang) dari Islam saja. Mengapa?
supaya ceritanya menyeluruh dan tidak bertubrukan satu sama lain. Sebab, kalau
sudah berbeda sumber, pasti akan berbeda pula ceritanya. Yang ada, pembaca
malah akan bingung.
Saya setuju dengan
Dr.Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh. Kata beliau, di urusan Yajuj dan Majuj, metode
paling bagus memang kembali kepada Alquran dan hadist. Kita lihat saja apa yang
ditulis di sana, lalu mencari tahu penjelasan dari para ulama.
.
WARNING! Penjelasan
Yajuj dan Majuj nggak akan masuk akal Anda
Di sini, saya mengambil
pendapat Dr.Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh (seterusnya disingkat
jadi Al-Mubayyadh aja ya, capek nulisnya kalau kepanjangan). Beliau ini adalah
ulama dan peneliti senior di Palestina. Jadi, secara keilmuan nggak diragukan
lagi.
Beliau menulis Ensiklopedi
Akhir Zaman yang tebalnya mencapai 1.022 halaman. Artinya,
yang beliau tulis memang mendalam sekali. Bahasan Yajuj dan Majuj di
ensiklopedi ini saja mencapai 16 halaman sendiri. Bukunya sendiri berukuran
seperti majalah Tempo lho, bukan ukuran buku kecil biasa.
Bayangkan saja majalah
Tempo terbit 1000-an halaman dan ada salah satu topiknya yang dibahas sepanjang
16 halaman. Jadi, kupikir 16 halaman Yajuj dan Majuj cukup banyak. Makanya
disebut Ensiklopedi.
Profil Al-Mubayyadh
Ya, memang Anda nggak
akan nemu foto Al-Mubayyadh di Google. Yang saya perhatikan pribadi, kehadiran
penulis Arab di internet nggak sebagus penulis-penulis Barat. Saya juga nggak
paham mengapa begitu. Jangankan Al-Mubayyadh, Anda juga akan sulit menemukan
foto-foto para ulama Arab.
Padahal, banyak ulama
yang mengatakan fotografi itu boleh. Ya, bisa jadi selfie buat mereka bukan
urusan penting. Tapi jika Anda mau tahu profil singkat Al-Mubayyadh, sila
tengok saja di halaman terakhir di Ensiklopedi Akhir Zaman yang
jadi referensi jawaban ini. Memang harus diperbaiki. Para doktor-doktor Muslim
harus hadir di internet supaya mereka dikenal dan masyarakat bisa merujuk
kepada mereka.
Dr. Muhammad Ahmad
al-Mubayyadh adalah seorang peneliti dari Palestina. Beliau meraih gelar doktor
dalam bidang Islamic Studies atas kerja sama antara
Universitas Ain Syams di Mesir dengan Universitas Al Aqsha Palestina. Beliau
menyelesaikan doktoralnya selama tiga tahun dengan predikat summa cum
laude. Disertasinya adalah Mashlahatu Hifzhi an Nafsi fi
Asy-Syariah al-Islamiyah. Jangan tanya artinya ya, saya juga ndak paham.
Beliau punya blog di
sini[1]dan di
sini[2].
Kedua blognya berbahasa Arab, saya belum bisa baca huhu. Ada 9 karya yang sudah
beliau tulis (termasuk disertasi). Sebagian besar sudah diterbitkan. Tapi yang
diterjemahkan ke bahasa Indonesia tampaknya baru satu, yaitu Ensiklopedi
Akhir Zaman.
Prinsip Ketika Belajar
Soal Akhir Zaman
Saya melihat banyak
orang yang putus asa ketika membahas akhir zaman. Tampaknya, ada metode belajar
akhir zaman yang keliru di sini. Orang-orang ini jadi ketakutan setengah mati
saat membahas Imam Mahdi, Dajjal, atau Yajuj dan Majuj.
Masalahnya, ketakutan
itu pun masih nggak jelas di benak mereka. Artinya, mereka pun nggak tahu
secara detail, ketakutan itu cuma samar-samar saja. Akhirnya nggak tahu juga
harus melakukan apa. Akhirnya bingung sendiri.
Sebenarnya bukan begitu
cara Nabi dalam memberitahu para sahabatnya. Nah, gimana sih cara Nabi ketika
mempresentasikan huru-hara akhir zaman? Kita cek yuk! Kita tiru cara berpikir
beliau dalam menginfokan akhir zaman.
Pertama,
informasi dari Nabi bukan bertujuan membuat kita putus asa. Sebaliknya, hadist
beliau mengandung peringatan, kabar, sekaligus guide untuk
muslim tentang bagaimana cara kita melewatinya. Kalau yang Anda dapati
bukan guide tapi malah rasa putus asa, mungkin ada yang salah
di cara Anda belajar akhir zaman.
Mubayyadh menulis:
Tanda-tanda hari kiamat
yang disebutkan secara bersamaan dengan arahan kenabian bertujuan untuk
menyelamatkan diri, seakan-akan meyebutkan satu penyakit yang selalu
digandengkan dengan obat penyembuh dan terapinya yang memadai. (hal 556)
Kedua,
masih merasa bingung apa yang sedang / akan terjadi? Artinya kita belum detail
mengkaji akhir zaman. Padahal, Nabi sendiri sudah memaparkannya dengan sangat
detail.
Ibaratnya, ketika Anda
mau berangkat ke sekolah jalan kaki, ibu Anda bercerita kalau sepanjang jalan
bakal ada halangan A, B, C, D, dan seterusnya. Untuk melewati A, kamu harus
begini. Untuk lepas dari B, kamu harus melakukan ini, dan seterusnya. Nabi sudah
memberitahukan sedetail itu.
"Pemaparan realita
secara mendetail dan peranan wahyu dalam menjelaskan realitanya secara
terperinci mengeluarkan orang Islam dari kebingungannya, yaitu manakala dia
memiliki gambaran mendetail dari wahyu untuk setiap bagian yang dia hadapi.
Dengan bimbingan wahyu, tiada lembaran yang membingungkan baginya, tiada
gambaran salah yang masuk ke dalam benaknya…Dengan sebab inilah tanda kiamat
diungkapkan oleh para nabi secara terus-menerus… (hal 556)
Ketiga, pemaparan yang
detail itu memberikan kesimpulan bahwa muslim pada akhirnya akan bangkit dan
menang. Muslim akan membawa dunia pada kemakmuran walaupun melalui pertempuran
maha berat melawan Dajjal dan Yajuj dan Majuj.
Al-Mubayyadh menulis:
Realita muslimin (saat
ini) yang menyedihkan akan berubah, sehingga akhir kesudahan hanya menjadi
milik orang bertakwa. Kabar gembira ini meneguhkan harapan pada jiwa setiap
mukmin serta mengukuhkan kesabaran di dalam dirinya, lantas menggerakkan dari
dalam dirinya energi yang tersimpan untuk mempersiapkan perubahan…" (hal
556)
Keempat, setelah
memahami poin ketiga bahwa muslim pada akhirnya akan menang melawan Yajuj dan
Majuj, ini membuat kita berpikir keras tentang cara kita mempersiapkan diri
untuk berubah terus ke arah yang lebih baik.
Ujian maha dahsyat di
zaman ini sampai nanti zaman Yajuj dan Majuj akan memberikan imbalan pahala
yang tak main-main juga. Rasulullah mengatakan pahala dari tiap kebaikan yang
kita lakukan di zaman ini adalah 50x lipat dibandingkan pahala para sahabat. Mengapa?
Sebab, orang yang bisa berbuat baik di zaman ini berarti ia luar biasa.
Al-Mubayyadh menulis:
Perjuangan adalah
tahapan yang wajar dan harus dilakukan, sekaligus menepati karakter kehidupan
dunia yang merupakan tempat bercocok tanam untuk akhirat… (hal 556)
Metode Rasulullah dalam
Menginfokan Akhir Zaman adalah dengan Cara Menyampaikan KABAR GEMBIRA
Serius nih? Bukannya
huru-hara akhir zaman isinya adalah HURU-HARA ya? Dajjal, Yajuj dan Majuj, itu
kan isinya perusakan demi perusakan. Saya nggak paham deh..
Pertama, coba-coba
ingat deh karakter beliau. Rasulullah nggak pernah mau menyusahkan umatnya.
Ketika Isra Miraj,
beliau saja bolak-balik menghadap Allah untuk meringankan rakaat sholat. Kalau
beliau tidak melakukan itu, mungkin muslim sholat 50x dalam sehari.
Beliau juga pernah
bilang seandainya nggak menyusahkan umatnya, beliau ingin mewajibkan siwak
(sikat gigi) tiap akan sholat. Sikat gigi minimal 5x dalam sehari? Wow.
Ketika bulan Ramadhan,
beliau shalat tarawih berjamaah cuma 3 malam, selebihnya beliau shalat sendiri
saja. Sampai-sampai sahabat Nabi memenuhi masjid Nabawi sambil kebingungan
kenapa Nabi tidak keluar. Beliau bilang, "aku khawatir tarawih diwajibkan
untuk umatku", kata beliau.
Kalian mudahkan dan
jangan kalian persulit. Sampaikan kabar gembira dan jangan buat mereka lari (HR
Bukhari)
Jadi, memang beginilah
karakter Nabi kita.
Lalu, karakter Nabi
kita yang selanjutnya adalah beliau selalu optimis. Ketika para sahabat disiksa
Quraisy di Makkah, apa yang beliau katakan? Tenang, Islam akan menang! Selalu
begitu. Misalnya, ini kisah singkat saat Perang Khandaq.
Ketika para sahabat
mendapatkan batu besar yang tidak bisa dipecahkan, maka Rasûlullâh mulai
memukul batu tersebut. Beliau memulainya dengan membaca, “Bismillah.” Lalu
memukul dan berhasil menghancurkan sepertiganya dan beliau mengucapkan,
“Allâhu akbar ! aku
telah di beri kunci-kunci Persia. Demi Allâh, sekarang saya melihat istana yang
merah.”
Beliau melanjutkan
dengan pukulan kedua. Kali ini, , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
berhasil menghancurkan sepertiga berikutnya dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa
sallam mengucapkan,
“Allâhu akbar ! aku
telah di beri kunci-kunci Romawi. Demi Allâh ! Saya melihat istananya yang
putih.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan dengan pukulan ketiga
dan akhirnya batu yang tersisa berhasil dipecahkan.
Setelah pukulan ketiga,
beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan, “Allâhu akbar ! aku telah di
beri kunci-kunci Yaman. Demi Allâh aku melihat pintu-pintu Shan’a dari tempatku
ini. (HR Ahmad) [3]
Coba cek deh. Itu dalam
Perang Khandaq lho. Itu perang aliansi Jazirah Arab melawan Madinah yang kecil.
Pasukan aliansi membawa 10.000 pasukan sementara para sahabat cuma 3.000 orang.
Para sahabat menggali
parit dalam keadaan kelaparan. Tapi apa yang Nabi katakan? Beliau bersabda
kalau Islam suatu hari akan mencapai Romawi, Persia, dan Yaman! Romawi dan
Persia itu negara superpower. Kalau saat ini kira-kira seperti USA dan Tiongkok.
Ilustrasi perang Khandaq yang mencekam. Lihat
betapa luas parit yang harus digali Rasulullah dan para sahabat. Kematian
mengintai mereka. Tapi apa yang Rasul sabdakan di tengah situasi berat itu?
Sebuah visi besar. Sebuah kabar gembira.
Coba bayangkan.
Rasulullah memompa optimisme para sahabat dengan bantuan wahyu dari Allah bahwa
para sahabat nggak akan selamanya dalam kesulitan seperti saat Perang Khandaq.
Suatu saat para sahabat akan berjaya. Dan memang, pada masa Umar para sahabat
berhasil masuk ke Romawi dan Persia.
Begitulah karakter Nabi
kita. Dan begitu pula cara beliau dalam memaparkan akhir zaman…Siap? Mari kita
simak. Ini dia pola ngeshare Nabi soal akhir zaman:
a. Kalau Anda cek, Anda
pasti akan mendapatkan kalau Nabi sengaja skip tentang detail
pertempuran-pertempuran maha berat di akhir zaman. Beliau cuma membatasi ngeshare pertempuran
kolosal yang di situ umat muslim menang. Apakah Nabi mengabarkan pertempuran di
akhir zaman yang di sana muslim kalah? Nggak ada.
b. Di saat Nabi menjelaskan
tentang kesulitan yang diderita umatnya di akhir zaman, beliau selalu
menggandengkannya dengan balasan pahala yang berlipat-lipat di akhirat. Misal,
beliau menjelaskan pahala kita yang beramal adalah 50x lipat dibanding pahala
sahabat yang beramal.
c. Rasulullah
memperingatkan kita untuk tetap berstrategi dan tidak bertindak sok-sokan
supaya tidak mati konyol. Contoh, beliau menyuruh kita kabur dari Dajjal, bukan
menghadapinya. Beliau juga memaparkan solusinya jika Dajjal datang ke kota kita
dan berusaha menangkap kita. Solusinya adalah membaca surat Al-Kahfi.
Saat menceritakan soal
Yajuj dan Majuj, beliau mengabarkan muslim saat itu menghindari mereka ke bukit
Thursina dan dengan cara membuat bunker-bunker besar. Merasa semangat Anda
berapi-api dan mau berjihad melawan Dajjal dan Yajuj dan Majuj? Big No, arahan
dari Allah dan kemudian Rasulullah justru adalah menyelamatkan diri. Inilah
guide untuk muslim.
d. Salah satu berita
Nabi adalah selalu hadirnya sekelompok muslim yang terus berbuat baik tak kenal
lelah hingga kiamat nanti. Mereka terus-menerus menang dan memiliki karakter
kokoh.
e. Nabi juga mengatakan
bahwa Islam akan masuk ke seluruh rumah di dunia. Berapa jumlah muslim
sekarang? 1,6 milyar. Dan oh, ini baru permulaan, kawan. Dan itu bukan kabar
dari saya, itu kabar dari Nabi.
f. Nabi juga mengatakan
bahwa umat muslim akan selalu kedatangan mujaddid (pembaharu)
tiap 100 tahun. Para pembaharu ini tersebar di seluruh dunia. Mereka akan
memperbaharui agama Islam dan memimpin muslim menghadapi tantangan tiap zaman.
Sampai nanti pembaharu terbesar adalah Imam Mahdi dan Nabi Isa yang akan
memimpin muslim menghadapi Dajjal dan Yajuj dan Majuj.
Rasul bersabda,
"Pada setiap
generasi dari umatku ada orang-orang yang mempelopori" (HR Hakim)
Imam Nawawi menulis,
"Mungkin saja
kelompok ini berjauhan di antara kaum mukminin yang beragam, di antara mereka
ada para pemberani yang berperang di medan laga, ada pula dari kalangan mereka
yang menjadi ulama ahli fikih, ada juga yang menjadi ulama ahli hadist, ada yang
zuhur, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, di antara mereka ada
yang memiliki jenis kebaikan yang lainnya. Mereka tidak harus berkumpul secara
fisik menjadi satu, tetapi bisa saja mereka berjauhan di berbagai penjuru
bumi" (hal 573)
Apakah sudah jelas?
Beginilah metode Rasulullah dalam mengabarkan info soal akhir zaman. Nggak ada
unsur putus asa di sana. Justru Rasulullah mengabarkan kemenangan, kabar
gembira, janji pahala, strategi, guide, serta solusi demi solusi
untuk umatnya. Kita saja yang perlu lebih detail dalam mempelajarinya.
Seperti yang saya tulis
di atas, kalau setelah belajar akhir zaman Anda malah putus asa, mungkin ada
yang salah di cara belajarnya.
Apa itu Tanda Kiamat?
Seperti yang kita tahu,
ada tanda kiamat kecil dan kiamat besar. Tanda kiamat kecil ini biasanya masih
masuk akal dalam pandangan manusia. Memang, dahulu para sahabat tidak paham apa
maksud sabda nabi. Tapi, kita di abad 21 lah yang paham apa maksud sabda
beliau.
Ini contoh tanda kiamat
kecil:
“Dan bila engkau menyaksikan
mereka yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian, fakir, dan penggembala
kambing, (kemudian) berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” (HR. Muslim).
Sahabat nabi dahulu
tidak ada yang paham apa maksud beliau saw. Maka, waktu itu sahabat nabi Ibnu
Abbas bertanya,
“Wahai Rasulullah, dan
siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar
dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.” (Musnad Ahmad, IV/332-334,
no. 2926).
Oke, para sahabat nabi
sekarang tahu mereka adalah orang Arab. Tapi tetap saja tidak paham. Apa
maksudnya “membuat bangunan yang tinggi?”
Waktu itu mayoritas
sahabat hidup sederhana.
Makkah dan Madinah
tidak seperti sekarang, itu masih desa kecil di abad 7 Masehi. Bangunan paling
tinggi yang mereka tahu mungkin Kabah atau rumah sahabat-sahabat yang kaya.
Buat yang sudah umroh, pasti tahu kalau Kabah tidak tinggi-tinggi amat. Ya,
tinggi, tapi tingginya seperti rumah bertingkat dua saja.
Walau para sahabat nabi
tidak paham, mereka tetap mewariskan hadist itu generasi ke generasi. Sampailah
hadist itu ke kita yang ada di abad 21. Lalu kita semua kaget.
![]() |
ket: Dubai 1990-Now[4] . Sahabat nabi tidak paham. Kita lah yang paham.
Inilah maksud sabda nabi… sumber : www.frindosonfinance.com
Nah, tapi, walaupun itu
mengagetkan kita, transormasi Dubai dan orang arab lainnya masih masuk akal.
Jelas dong, kan mereka punya minyak banyak sekali. Mereka jadi raja minyak.
Ya, masuk akal. Karena
itulah para ulama menggolongkannya sebagai tanda kiamat kecil. Berbeda dengan
Ya’juj dan Ma’juj.
Menurut al-Mubayyadh,
Yajuj dan Majuj ini termasuk tanda kiamat besar. Biasanya, tanda kiamat besar
ini muncul di Alquran memakai istilah “al-Ayat”.
Maknanya apa tuh?
Maknanya adalah “petunjuk
atas kebenaran akan terjadinya sesuatu, atau bisa juga bermakna peristiwa AJAIB yang
bisa dijadikan pelajaran”.
Dari situ, ada 3 kata
kunci: pertanda, petunjuk, dan sesuatu yang menakjubkan.
Artinya, Yajuj dan
Majuj ini memang fenomena aneh, tanda kiamat besar, nggak masuk di akal kalau
kita memakai standar peradaban manusia yang sekarang. Berbeda dengan tanda
kiamat kecil yang masih masuk akal.
Tapi sebenarnya ini
karena keterbatasan akal kita saja.
Sama saja kalau kita
mengatakan kalau manusia bisa terbang pada orang di abad 17, pasti Anda akan
ditertawakan.
Dalam kitab 1000-an
halaman itu, al-Mubayyadh berusaha mengupas Yajuj dan Majuj sedalam yang beliau
bisa dari samudera Alquran dan hadist.
“Saya bagaikan berdiri
di samudera luas”, kata beliau. “Lalu saya kabarkan ke orang-orang bahwa lautan
ini begini dan begitu”.
Tapi tetap saja, beliau
mengatakan masih ada banyak misteri yang melingkupi Ya’juj dan Ma’juj. Beliau
cuma bisa mengorek permukannya saja.
“Padahal, kan, yang
saya lihat cuma permukaan lautan, bahkan cuma sejauh mata saya memandang.
Padahal, yang di dalam samudera lebih banyak lagi dan samudera lebih luas dari
sekadar jangkauan pandangan saya.”
Identitas
Seperti diberitakan di
dalam hadist, mereka adalah kaum manusia, sebuah suku kuno yang “hilang” dan
dikurung oleh sebuah tembok di suatu tempat di bumi. Kelak di akhir zaman,
tembok itu akan runtuh dan mereka akan membanjiri bumi karena jumlahnya yang
sangat banyak.
Setelah itu, mereka
berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuh siapapun umat manusia yang
bukan suku mereka, tidak peduli apapun. Bisa dibilang mereka hobi membunuh dan
merusak. Saking banyaknya jumlah mereka, diberitakan bahwa sungai pun bisa habis
karena diminum oleh mereka. Mereka juga pasukan yang handal dalam berperang dan
sangat ganas. Saat itu, gabungan kekuatan Yesus dan Imam Mahdi sekalipun tidak
bisa melawan mereka.
Sejarah Yajuj dan Majuj
“Hingga apabila
dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari
seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar
(hari Berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka
berkata,) ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian
tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.” [Al-Anbiyaa’: 96-97]
Dahulu sekali, entah
berapa ribu tahun yang lalu, atau bahkan puluhan ribu tahun lalu, entahlah, ada
seorang raja muslim yang sangat berkuasa dan adil. Namanya adalah Iskandar
Zulkarnain. Suatu hari, ia melakukan ekspedisi, mengunjungi batas-batas terjauh
dunia yang bisa ia jangkau. Ia pun menemukan sebuah bangsa yang menderita.
Pemimpin mereka minta tolong ke Zulkarnain untuk menghadapi Yajuj dan Majuj.[5] Sebab,
mereka telah menghancurkan banyak sekali negeri di sekitar mereka dan berbuat
kerusakan.
“Dzulkarnain berkata:
"Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, Maka apabila sudah datang janji
Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah
benar". (Al-Kahfi : 98).
Iskandar Zulkarnain
mengurung mereka dengan tembok sangat besar yang tak bisa mereka tembus. Kapan
kejadian ini terjadi? Tidak ada yang tahu. Di mana lokasinya? Tidak ada yang
tahu.
ini ilustrasi pengurungan Yajuj Majuj
Siapa pula Iskandar
Zulkarnain? We never know, tidak ada keterangan tentang hal itu.
Tapi sebenarnya, kalau
mengacu ke pendapat ulama, ada banyak pendapat soal siapa Dzulkarnain ini.
Al-Mubayyadh membuat 4 kemungkinan:
Pertama,
Alexander the Great. Buat yang belum tahu, ia adalah murid Aristoteles dan
berasal dari Romawi. Mengapa nama Alexander muncul? Sebab, ada literatur abad
pertengahan yang memuat cerita Alexander the Great yang mengurung dua bangsa
barbar.
Cerita ini muncul di
Bab 29 dari buku Travels of Sir John Mandeville yang kira-kira
terbit tahun 1357.
In that same region be
the mountains of Caspian that men crepe Uber in the country. Between those
mountains the Jews of ten lineages be enclosed, that men clepe Goth and
Magoth and they may not go out on no side. There were enclosed
twenty-two kings with their people, that dwelled between the mountains of
Scythia. There King Alexander chased them between those mountains, and there he
thought for to enclose them through work of his men. But when he saw that he
might not do it, ne bring it to an end, he prayed to God of nature that he
would perform that that he had begun. And all were it so, that he was a paynim
and not worthy to be heard, yet God of his grace closed the mountains together,
so that they dwell there all fast locked and enclosed with high mountains all
about, save only on one side, and on that side is the sea of Caspian.[7]
Juga
tertulis di Alexander Romance, Alexander Legend,
dan Alexander Poems[8] . Ada juga sebuah hadist yang menyebut secara implisit
tentang Alexander, tapi hadist ini sangat lemah. Jadi Hadistnya tak perlu di tulis ya.
![]() |
ket: buku Travels of Sir John
Mandeville
|
![]() |
ket: buku Alexander Romance, kumpulan legenda
Alexander Agung
|
Kedua,
seorang raja di zaman nabi Ibrahim. Pendapat ini didukung oleh Imam Bukhari dan
Ibnu Hajar. Tapi pendapat ini lemah (hal 962).
Ketiga, raja
dari Arab. Menurut Ibnu Hajar, ada beberapa syair Arab yang menyebutkan nama
Zulqarnain. Tapi pendapat ini juga lemah. Kata al-Mubayyadh, paling banter itu
adalah hanya kesamaan nama saja. Dan sepanjang yang dia tahu, nggak ada raja
Arab yang bernama atau bergelar Zulqarnain. (hal 962)
Keempat,
Cyrus the Great. Menurut al-Mubayyadh inilah pendapat terkuat. Siapakah Cyrus
the Great[9]? Ini
menurut Wikipedia:
Ia pendiri Kekaisaran
Persia. Ia memulai kariernya selaku pejabat rendahan di bagian barat daya Iran,
dia mendapat banyak kemenangan lewat pertempuran dan menguasai tiga kerajaan
besar yaitu; Media, Lydia dan Babilonia.
Ia juga menyatukan
hampir seluruh daerah Timur Tengah lama menjadi satu negara yang membentang
mulai India hingga Laut Tengah.
Raja ini disebut
namanya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen karena
titahnya untuk mengembalikan orang-orang buangan, termasuk bangsa Yahudi,
kembali ke tanah air masing-masing, serta mengizinkan orang-orang Yahudi
membangun kembali Bait Suci di Yerusalem (Yesaya 45:13; 2 Tawarikh 36:22-23;
Ezra 1:1-8).
Titah itu ditulis
antara lain dalam Silinder Koresh, yang ditulis tahun 539 SM dan saat ini
disimpan di British Museum, London.
![]() |
| Ilustrasi Cyrus the Great |
Ini list gelar yang
diberikan kepada Cyrus. Mantap, "mengerikan" ya? Ini menunjukkan
kalau Cyrus adalah orang yang luar biasa hebat.
King of Anshan
King of Persia
King of Media
King of the World
Great King
Mighty King
King of Babylon
King of Sumer and
Akkad
King of the Four
Corners of the World
Tapi, apa argumen
al-Mubayyadh kalau Cyrus adalah Zulqarnain? Ia mengutip syaikh Abdul Kalam Azad
dan Hamid al-Aulaqi yang telah melakukan penelitian intensif. Ini ringkasan
argumen keduanya yang dikutip Mubayyadh:
1.
Ayat tentang
Zulqarnain turun setelah kaum Yahudi bertanya untuk menguji Nabi, apakah beliau
sungguhan Nabi atau bohongan. Artinya, Zulqarnain memiliki hubungan dengan
Yahudi dan pasti ada di dalam kitab suci Perjanjian Lama.
2.
Ada sebuah kitab yang
menyatakan Nabi Daniel pernah bermimpi bahwa ada kibas (kambing/domba) yang
menanduk barat dan timur. Itu adalah tanda bahwa ada seorang raja yang
menguasai timur dan barat
3.
Ada kutipan dari para
penulis zaman kuno bahwa Cyrus adalah raja yang agung, adil, dan toleran.
Padahal sebagian dari mereka adalah musuh Cyrus. Artinya, Cyrus memang
benar-benar hebat sehingga disegani kawan maupun lawan.
4.
Peneliti mengutip
beberapa perjalanan Cyrus ke barat, timur, juga sampai ke utara tempat
suku-suku yang paling terpencil dan primitif. Di situlah kata peneliti ia
membangun temboknya.
Tapi buat saya yang
paling menarik adalah karakter Cyrus. Disebutkan di banyak referensi kalau ia
orang yang sangat toleran. Lagi-lagi, ini dari Wikipedia:
Dia terkenal amat
toleran terhadap agama-agama setempat dan juga adat-istiadat mereka. Dan dia senantiasa
menjauhkan diri dari sikap kejam dan ganas seperti lazimnya para penakluk.
Orang-orang Babilonia,
misalnya, bahkan lebih kentara lagi orang Assyria, telah membunuh beribu-ribu
manusia dan mengusir semua penduduk yang dikuatirkan bakal berontak.
Misalnya, ketika
Babilonia menaklukkan Yudea tahun 586 SM, mereka memboyong orang Yudea ke
Babilonia. Tetapi lima puluh tahun kemudian, sesudah Koresh menaklukkan
Babilonia, dia beri izin orang-orang Yahudi kembali ke kampung halamannya.
Kalau tidak karena
Koresh, rasanya orang-orang Yahudi akan musnah sebagai kelompok yang terasing
pada abad ke-5 SM
Lalu, ada yang menarik
lagi. Menurut syaikh al-Mubayyad, Cyrus adalah penganut sejati Zoroaster yang
saat itu adalah agama Tauhid. Ia menulis begini:
Abdul Kalam Azad
menuturkan bahwa dia (Cyrus) menjalankan agama secara benar dalam ajaran
Zoroaster yang masih ditegakkan atas dasar ketauhidan, kemudian ajaran ini
dicampuri oleh Majusi. Hamid al-Aulaqi berpendapat bahwa ada kemungkinan dia
masuk Islam melalui perantaraan orang Yahudi yang menjadi tawanan ketika itu
sebelum dia bebaskan.
Baiklah. Saya akan
menjelaskan sedikit supaya tidak ada salah paham. Ingat, dari sudutpandang
muslim, Islam tidak muncul saat nabi Muhammad datang. Islam sudah ada dari
zaman nabi Adam. Justru nabi Muhammad adalah nabi terakhir.
Cuma, memang sebelum
zaman nabi Muhammad, agama dari Allah bersifat lokal dan terbatas. Misalnya,
Cyrus membebaskan orang Yahudi dan membolehkan mereka membangun Bait
Yerussalem. Saat itu, kaum Yahudi memang muslim yang bertauhid.
Dan Cyrus, sebagai
orang Persia di zaman kuno, agama Tauhid baginya adalah Zoroaster (dari
beberapa sumber, Zoroaster mungkin adalah seorang nabi - saya
tidak memastikan). Keduanya adalah muslim hamba Allah.
Mudahnya begini.
Katakanlah pada zaman Zulkarnain (entah tahun berapa), ada 2000 suku bangsa di
dunia.
Ada suku yang tinggal
di kepulauan Jepang, Korea, Taiwan, Indonesia, Australia, Selandia Baru,
Siberia, Mesir, dan lainnya.
Sebagian suku itu
besar sekali jumlahnya seperti Bani Israil atau memiliki peradaban tinggi
seperti Babilonia, sebagian lagi jumlahnya kecil dan tinggal di tempat
terpencil.
Maka bisa dipastikan
kurang lebih ada 2000 nabi juga pada waktu itu. Masing-masing dikirimi nabi
sesuai dengan situasi kondisi bangsa-bangsa tersebut pada zaman itu.
Walah, serius nih?
jumlah nabi banyak banget dong? Iya, memang banyak sekali. Nabi saw pernah
mengatakan jumlahnya:
“Jumlah para nabi
124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no.
22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam al–Misykah).[10]
Sebagian ulama Islam
mengatakan bahwa agama-agama yang ada sekarang adalah agama dari para nabi
sebelum nabi Muhammad saw.
Oleh karena itu, kita
mendapati bahwa garis besar ajaran agama-agama sebenarnya sama saja. Menyembah
Tuhan yang Esa, berbuat baik, charity, sabar, dan semacamnya.
Terang saja ajarannya
mirip satu sama lain, memang agama-agama itu berasal dari sumber yang sama,
yaitu Allah swt sendiri.
Cuma ketika bicara
detail ritual ibadah, barulah tiap agama berbeda. Mengapa? Sebab nabi yang
diutus memang berbeda-beda dengan membawa syariat yang berbeda. Disesuaikan
dengan situasi dan kondisi bangsa itu masing-masing.
Bahkan, bisa jadi
pahlawan-pahlawan zaman kuno yang kita kagumi, raja-raja adil yang ada di
cerita, dan orang-orang bijak yang mengagumkan, mereka adalah para nabi. Ya,
bisa jadi. We never know. Cuma setelah waktu berlalu, sejarah
mereka terkikis dan bergeser jauh, menyisakan mitos dan legenda.
Kita diperintahkan untuk
tahu hanya 25 nabi, tapi kita perlu beriman kepada semua nabi walaupun banyak
nabi yang kita tak tahu nama dan kisahnya.
![]() |
| ket: ilustrasi nabi (mungkin) Zoroaster |
Tapi tetap saja ada
satu benang merah di 124.000 nabi Allah itu, yaitu Tauhid. Ketika nabi Muhammad
datang, agama-agama sebelumnya terhapus dan diganti dengan ajarannya yang
bersifat global dan segala zaman. Itulah sudutpandang muslim.
Jadi, ya, dengan sudut
pandang argumen di atas, Cyrus alias Iskandar Zulkarnain ini raja agung dan
sekaligus muslim taat walaupun hukum dan ritual ibadah waktu itu berbeda dengan
Islam saat ini.
Menarik banget ya?
Seandainya Cyrus the Great benar-benar Zulkarnain, sekali lagi kita mendapat
bukti bahwa beginilah seharusnya pemimpin muslim.
Ia berlaku kasih,
adil, melindungi agama lain, bahkan menolong mereka. Orang-orang yang terbuang
dari tanah airnya pun ia kembalikan ke negeri asalnya :')
Salam hormat untukmu
wahai raja.
![]() |
ket: ukiran Cyrus the Great yang ditemukan Pasargaede[11] , Iran. Itu adalah daerah tempat kuburan
Cyrus. See, lihat ada gambar dua tanduk (Dhu-al-Qarnayn) di situ?
|
Tapi sayangnya memang tak ada petunjuk pasti
dari hadist siapa Zulkarnain. Bisa jadi juga ia adalah raja dari kerajaan yang
jauh lebih besar dan lebih kuno dari Cyrus the Great.
![]() |
ket: lukisan imajinasi saat Cyrus Yang Agung
membebaskan Yahudi
|
Jika Zulkarnain adalah raja perkasa, kenapa Yajuj dan Majuj tidak dihabisi saja?
Sebab, menurut Dr.
al-Mubayyadh, Yajuj dan Majuj hidup terpencar-pencar (tidak berkumpul di dalam
satu kota berbenteng misalnya). Jadi, itu menyulitkan penyerangan Zulkarnain.
Jadi, lebih baik membuat semacam penghalang.
Uniknya, tindakan
membangun tembok penghalang kan ini ternyata dilakukan oleh banyak raja. Kita
tahu ada tembok China, kota-kota berbenteng, dan semacamnya.
Dengan apa Zulkarnain
mengurung mereka?
“Berilah aku tembaga
(yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu” (Al-Kahfi: 96)
Jawabannya adalah
campuran besi dan tembaga. Saya bukan insinyur atau ahli kimia, tapi saya
takjub juga. Campuran tembaga dan besi bisa sekuat itu ya sampai bertahan
ribuan tahun?
Timbul pertanyaan
lainnya, apakah berarti Zulkarnain hidup di zaman besi? Hmm, saya tidak tahu.
Menurut al-Mubayyadh,
saat orang-orang meminta Zulkarnain membuat tembok, Alquran mendeskripsikan
bahwa mereka memakai kata sadd (tutup).
Artinya, mereka meminta
Zulkarnain bikin penghambat seadanya, mungkin seperti benteng dan tembok. Tapi,
Alquran mendeskripsikan dinding yang dibuat Zulkarnain dengan kata radm (tambal
/ sumbat). Katanya, kata ini merujuk ke makna “penutupan total terhadap seluruh
jalan”.
Radm juga
artinya “meletakkan sesuatu baik berupa batu, atau tanah, atau yang sejenis
dengan keduanya sehingga dengan kombinasi tersebut terbentuk penghalang yang
kuat.” (al-Mubayyadh hal. 958–959)
Ringkasnya begini:
Orang-orang itu meminta
ke Zulkarnain, “Raja, tolong kami! Buatkan semacam penghalang (sadd)
untuk menahan Ya’juj dan Ma’juj. Semacam benteng kota mungkin..”
Tapi saat akan
membuatnya, Zulkarnain mendapat petunjuk dari Allah. Ia diperintahkan menutup
TOTAL (radm) jalur Ya’juj dan Ma’juj. Ia pun mengurung mereka dengan
tembok sebesar gunung, tidak hanya menghalangi mereka dengan tembok seadanya.
.
Bagaimana kondisi dunia
menjelang kemunculan mereka?
Alkisah, saat itu dunia
memasuki masa krisisnya yang paling dahsyat karena kemunculan Dajjal.
Dajjal menyapu bersih
seluruh bumi. Ia mendatangi satu-persatu desa dan kota, tak ada yang luput
kecuali Mekkah dan Madinah. Dajjal mengaku sebagai Tuhan.
Dunia panik. Peperangan
demi peperangan, juga bencana-bencana maha dahsyat telah membuat banyak sekali
penduduk bumi kelaparan. Banyak yang mati kelaparan.
Di saat itulah muncul
Dajjal. Ia membawa makanan dan minuman segunung, GRATIS! Syarat
untuk mendapatkannya cuma satu: akui Dajjal sebagai Tuhan!
Jika penduduk desa dan
kota itu mengakui ia sebagai Tuhan, mereka akan mendapatkan makanan dan minuman
itu. Tanah mereka pun akan subur lagi. Jika tidak mau mengakuinya, mereka akan
dibantai atau setidaknya ditinggalkan hingga mati kelaparan.
Saya pernah membaca
bahwa ada dua tipe macam kelaparan.
1.
Ada makanan, tapi kamu nggak bisa beli makanan itu karena nggak
punya uang. Artinya, cuma sebagian yang kelaparan. Orang-orang kaya yang tetap
bisa beli makanan nggak akan kelaparan
2.
Benar-benar nggak ada makanan. Jadi, mau punya uang atau tidak,
tidak ada pengaruhnya. Kenapa? Mau beli makanan apa? Wong makanannya
memang nggak ada. Bisa karena paceklik, perang terus menerus, atau bencana alam
dahsyat.
Saya membaca menjelang
munculnya Dajjal terjadi kekeringan dahsyat selama 3 tahun. Hal itu membuat
makanan benar-benar langka dan membuat banyak orang di bumi kelaparan. Jadi, di
masa itu, mau punya uang sebanyak apapun nggak berguna, karena memang tak ada
makanan yang bisa dibeli. Nah, di saat seperti inilah Dajjal muncul dan
menawarkan makanan segunung. Siapa yang tidak tergoda?
Umat muslim kabur ke
mana-mana untuk menghindari Dajjal. Yang berhasil ditemukan Dajjal diminta
untuk mengakui ia sebagai Tuhan. Saat muslim itu menolak, dibunuhlah ia.
Orang-orang yang lemah imannya mengikuti Dajjal sehingga mereka diberi makanan
dan minuman segunung.
Situasi yang
mengerikan, ya?
Muslim akan menghadapi
cuma dua pilihan saat itu. Sangat berat.
1.
Mengakui Dajjal adalah Tuhan, lalu diberi makanan sehingga
kenyang bahkan kaya raya.
2.
Atau tidak mengakui Dajjal sebagai Tuhan lalu dibunuh atau
ditinggal sampai mati kelaparan karena memang benar-benar tidak ada makanan.
Praktis, tak ada yang
berani melawan Dajjal.
Ah, kecuali satu.
Dia adalah Imam Mahdi
beserta sahabat-sahabatnya. Mereka saat itu adalah ummah yang
sangat kuat karena mampu mengalahkan negara-negara yang berkomplot melawan
mereka.
Sahabat-sahabat Imam
Mahdi pun memiliki karakter seperti sahabat nabi. Kebaikan hati mereka di atas
rata-rata, keimanan mereka sangat tinggi, mental psikologis mereka jempolan,
mereka tak kenal takut, dan kecerdasan mereka juara satu.
Mereka adalah
orang-orang yang berhasil mengalahkan negara-negara koalisi yang hendak
menghancurkan mereka. Pasukan Imam Mahdi adalah muslim pilihan yang datang dari
seluruh penjuru dunia.
Tapi dengan kekuatan
seperti itu pun, mereka tak berdaya melawan pasukan Dajjal. Mereka sampai
terdesak ke pusat ibukota mereka di Yerusalem. The Anti-Christ merajalela.
Di saat Imam Mahdi dan
sahabat-sahabatnya terdesak, saat itulah Allah mengirimkan pahlawan
terkuat-Nya. Nabi Isa as turun dari langit keempat sambil memegang dua sayap
malaikat menjelang subuh.
Tiga orang legenda
akhir zaman pun berkumpul di satu tempat, yaitu gerbang Yerusalem. Sungguh
pemandangan yang membelalakkan mata. Inilah tiga orang legendaris itu:
1.
Dajjal sang raja iblis
2.
Imam Mahdi, keturunan nabi Muhammad saw
3.
Nabi Isa atau Yesus.
Pertempuran
antara The Real Christ Versus Anti-Christ pun dimulai.
Melihat nabi Isa as,
Dajjal pun meleleh ketakutan. Sebab ia tahu, tak ada orang yang bisa
membunuhnya kecuali satu orang, yaitu nabi Isa. Dan kini orang itu berdiri di
hadapannya. Artinya, Dajjal akan tewas!
Diberitakan oleh nabi
Muhammad saw bahwa Dajjal akan lari tunggang-langgang. Nabi Isa pun
mengejarnya. Mereka adu kejar-kejaran.
Akhirnya nabi Isa as
berhasil mendesak Dajjal di gerbang kota Lodd yang saat ini ada di Israel.
Mereka bertarung dan nabi Isa as berhasil membunuh Dajjal.
Beliau pun kembali.
Sambil menunjukkan senjatanya yang berlumuran darah Dajjal, nabi Isa
memproklamirkan kemenangan umat muslim. Alhamdulilah.
Muslim seluruh dunia
pun bersyukur. Dunia damai sementara. Saat itu, nabi Isa, Imam Mahdi, dan
sahabat-sahabatnya adalah orang-orang yang sangat disegani di seluruh dunia.
Kebaikan mereka tak
pandang bulu. Keadilan merata sebagaimana dulu kezaliman merajalela. Di saat
itu lah seluruh orang akan menjadi muslim karena melihat Islam yang sebenarnya.
Dunia menjadi sangat
damai karena diperintah orang-orang yang adil, The Real Christ,
yaitu nabi Isa as.
Pemimpin-pemimpin negara, gubernur, bupati, atau apapun sebutannya, mereka semua juga adalah orang adil yang dicintai oleh rakyat mereka. Para rakyat tak mau lagi dipimpin orang zalim.
Pemimpin-pemimpin negara, gubernur, bupati, atau apapun sebutannya, mereka semua juga adalah orang adil yang dicintai oleh rakyat mereka. Para rakyat tak mau lagi dipimpin orang zalim.
Dan sebagai pasukan,
mereka adalah pasukan terkuat di dunia. Tak ada satupun negara yang bisa
menandingi mereka.
Tapi benarkah? Benarkah
mereka adalah pasukan terkuat di dunia?
Mungkin Allah ingin
menjaga agar umat muslim waktu itu tetap rendah hati. Bahwa di atas langit
masih ada langit. Tetap Allah-lah sang Penguasa.
Maka Allah mengirimkan
pasukan yang kekuatannya di luar nalar manusia. Allah memperingatkan nabi Isa
dan orang-orang muslim untuk mengungsi ke puncak gunung.
Kurungan Ya’juj dan
Ma’juj yang telah bertahan ribuan tahun pun jebol. Mereka merangsek ke seluruh
dunia. Waktunya sudah tiba untuk ancaman paling besar dan paling gila!
Saat mereka muncul,
bagaimana cara melawan mereka?
Nah, bukankah umat
manusia memiliki duet legenda akhir zaman?
Imam Mahdi. Dia
lah keturunan nabi Muhammad saw. Akhlaknya mirip nabi. Beliau telah ditunggu
oleh miliaran muslim dan pada saat itu ia telah datang.
Nabi saw sendiri
memerintahkan umatnya untuk mengikuti Imam Mahdi walau harus merangkak di atas
salju, sebab ia mendapat petunjuk langsung dari Allah.
Ini gambaran nabi bahwa
menemui Imam Mahdi adalah perintah yang sangat kuat.
Kita tentu bisa
membayangkan sulitnya merangkak di atas salju, kedinginan, kaki tenggelam dalam
salju. Sudah sesulit itu pun tetap harus mendatangi Imam Mahdi jika ia sudah
muncul! Maka, jutaan muslim dari seluruh dunia pun setia kepadanya.
Bayangkan orang seperti
apa yang diberi mandat langsung dari Rasulullah saw untuk menyelesaikan
masalah-masalah di seluruh dunia?
Tentu ia haruslah orang
yang luar biasa yang skill kepemimpinannya mungkin setara dengan para sahabat.
Hanya dengan kualitas
seperti itulah Imam Mahdi baru bisa menyelesaikan masalah super sulit di
seluruh dunia seperti syirik, pendidikan, kesenjangan sosial, korupsi,
kemiskinan ekstrim, dan semacamnya.
Isa al-Masih atau Yesus
Kristus. Ia adalah seorang nabi sekaligus sahabat nabi Muhammad saw.
Apa? Sahabat nabi saw? Serius? Nah, definisi sahabat nabi Muhammad saw adalah
orang yang bertemu dengan nabi Muhammad saw, beriman kepada beliau, dan
meninggal dalam keadaan muslim.
Bukankah nabi Isa as
bertemu dengan nabi Muhammad saw saat beliau Isra Mi’raj?
Dan sebagai sesama
nabi, tentu saja mereka saling mengimani satu sama lain. Dan tentu sebagai
nabi, nabi Isa pun akan meninggal dalam keadaan muslim.
Yes, beliau juga yang
mengalahkan Dajjal, orang yang paling berbahaya sepanjang sejarah.
Jadi, beliau memiliki
tiga status luar biasa:
1.
seorang nabi
2.
sahabat nabi Muhammad saw
3.
satu-satunya orang yang ditakdirkan mengalahkan Dajjal.
Dengan tiga status ini,
nabi Isa as jelas adalah seorang legenda hidup.
Dengan dua orang
berkualitas super tinggi seperti itu di pihak umat manusia, mana mungkin kalah?
Bahkan, duet mereka
mampu mematahkan Dajjal, orang yang sangat berbahaya.
Tapi tidak.
Bahkan duet legenda
akhir zaman pun kalah di hadapan Ya’juj dan Ma’juj.
Kalah telak.
Yajuj dan Majuj adalah
ujian berat buat mereka dan kita semua.
Oh, masa nggak ada
strategi sih? Pasti nabi Isa, Imam Mahdi, dan muslim zaman itu
berpikir sangat keras bagaimana caranya melawan Ya’juj dan Ma’juj.
Bisa jadi dalam
waktu-waktu damai saat pemerintahan nabi Isa itu, beliau memerintahkan penduduk
dunia untuk bersiap-siap membangun bunker untuk bertahan dari serangan Ya’juj
dan Ma’juj.
Hadist-hadist yang ada
menerangkan bahwa kaum muslimin yang tersisa bersembunyi di benteng-benteng
untuk melindungi diri dari pasukan ala kalajengking dari Yajuj dan Majuj. Dan
petunjuk hadis ini jelas menerangkan bahwa jumlah Yajuj dan Majuj yang turun
menyerbu itu tak dapat dihitung karena jumlahnya amat banyak. (Al-Mubayyadh,
hal 974)
Orang-orang di seluruh
dunia bersiap untuk bertahan. Mereka menyiapkan senjata ini dan itu, benteng
yang kokoh, atau bungker-bungker di puncak gunung. Bisa jadi nabi Isa dan Imam
Mahdi pun membangun bungker super kuat di bukit Thursina. Tapi tetap saja,
bunker itu tak berdaya di hadapan kekuatan Ya’juj dan Ma’juj.
Tidak ada seorang pun
yang bisa melawan mereka. Mereka terlalu kuat sebagai pasukan. Bukannya umat
manusia yang lemah, tapi Ya’juj dan Ma’juj memang terlalu kuat.
Yesus dan Imam Mahdi
pun tidak bisa melawan, padahal mereka memiliki pasukan yang sangat kuat waktu
itu.
Ketika Allah mewahyukan
kepada ‘Isa, ‘Sesungguhnya Aku telah me-ngeluarkan hamba-hamba-Ku, tidak
ada seorang pun dapat mengalahkan-nya, maka kumpulkanlah hamba-hamba-Ku ke
gunung Thur, kemudian Allah mengutus Ya’-juj dan Ma’-juj, mereka datang dari
setiap tempat yang tinggi…” (HR Muslim)
Kalau mau selamat,
satu-satunya jalan adalah mengungsi ke puncak-puncak gunung dan tempat
terpencil lainnya.
“Nabiyullah ‘Isa dan
para Sahabatnya dikepung, sehingga pada hari itu kepala seekor sapi lebih
berharga daripada seratus dinar milik salah seorang dari kalian.” (HR Muslim)
Berapakah 100 dinar?
Sekitar Rp200 juta. Bayangkan saja kepala sapi harganya sampai Rp200 juta
karena saking langkanya. Apa kabar dengan sapi nya sendiri? Mungkin harganya
mencapai milyaran. Logistik amat langka pada waktu itu karena umat manusia
dipaksa terisolasi karena serbuan Yajuj dan Majuj.
Bagaimana dengan
negara-negara lain yang ada pada waktu itu, mengapa mereka tidak menyerang?
Entahlah, tidak diberitakan dalam hadist. Bisa jadi ada usaha penyerangan, tapi
serangan mereka hancur seketika di hadapan Yajuj dan Majuj sehingga tidak
diberitakan dalam hadist. Bukan umat manusia yang lemah, tapi Yajuj dan Majuj
terlalu kuat.
Kemenangan Umat Manusia
Kalau Yajuj dan Majuj
sebegitu kuatnya, lalu pasukan mana yang mengalahkan mereka? Jawabannya: tidak
ada satupun.
Yajuj dan Majuj terlalu
banyak dan terlalu ganas. Tidak ada pasukan yang bisa bertahan melawan mereka.
Tidak ada kekuatan yang bisa menahan laju Yajuj dan Majuj.
Bahkan gabungan
kekuatan dua legenda akhir zaman pun tak mampu menghalau mereka.
Di saat itulah, cuma
Allah yang bisa mengalahkan mereka.
Nabi Isa as dan
pengikutnya terus berdoa kepada Allah swt untuk menghancurkan Ya’juj dan
Ma’juj. Di satu waktu, Allah mengirim semacam wabah yang menjangkiti Yajuj dan
Majuj. Mereka semua pun tewas.
Kemudian Nabiyullah
‘Isa dan para Sahabatnya berdo’a kepada Allah, lalu Allah mengutus ulat-ulat
pada leher-leher mereka (Ya’-juj dan Ma’-juj), akhirnya mereka semua mati
bagaikan satu jiwa yang mati. Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para Sahabatnya
turun (dari gunung) ke bumi, dan ternyata mereka tidak mendapati satu jengkal
pun di bumi kecuali penuh dengan bau busuk dan bangkai mereka. Selanjutnya
Nabiyullah ‘Isa dengan para Sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah
mengutus sekelompok burung yang lehernya bagaikan leher unta, lalu burung
ter-sebut mengambil dan melemparkan bangkai-bangkai itu ke mana saja sesuai
dengan kehendak Allah. (HR Muslim)
Empat (4) Langkah
Pembinasaan Yajuj dan Majuj
Seperti dituturkan
hadist di atas, Yesus, Imam Mahdi, dan umat manusia waktu itu begitu kesusahan
karena serangan Yajuj dan Majuj. Bisa jadi di antara mereka pun ada yang sudah
putus asa. Namun, orang-orang terus berdoa kepada Allah. Allah pun menunjukkan
kekuasaan-Nya.
Hanya Dia seorang yang
bisa mengalahkan Yajuj dan Majuj saat duet legenda akhir zaman pun tak mampu
mengatasinya. Memang Dia Maha Perkasa. Mungkin Allah swt ingin mendidik manusia
di zaman itu untuk jangan sombong. “Kalian sudah mengalahkan Dajjal, orang
paling jahat yang kedatangannya diperingatkan oleh seluruh nabi. Di antara
kalian ada seorang nabi dan Imam Mahdi. Kalian adalah penguasa dunia sekarang.
Tapi jangan sombong!” Mungkin begitu…
Kira-kira inilah proses
pembinasaan Yajuj dan Majuj.
Pertama, kematian
serentak
Nabi Isa, Imam Mahdi,
dan pengikut mereka di seluruh dunia tak hentinya berdoa kepada Allah swt untuk
mengalahkan Yajuj dan Majuj. Allah swt pun mengabulkan doa mereka.
lalu Allah mengutus
ulat-ulat pada leher-leher mereka (Ya’-juj dan Ma’-juj), akhirnya mereka semua
mati bagaikan satu jiwa yang mati.(HR Muslim)
Al-Mubayyadh menulis:
Allah swt pun
memperkenankan doa mereka dengan mengirimkan kepada Yajuj dan Majuj
cacing-cacing yang biasanya ada di rongga hidung unta atau kambing. Atau
serangga lainnya dalam jumlah yang sangat banyak yang menyerang leher mereka
sehingga mereka semuanya mati serentak dengan kematian yang sangat mengenaskan.
Mayat mereka bergelimpangan dan saling menumpuk bagaikan kawanan belalang yang
mati (hal.975)
Kedua, validasi
kematian
Manusia waktu itu
berkumpul dan saling bertanya-tanya. Kenapa mereka tak mendengar
teriakan-teriakan dan gemuruh Yajuj dan Majuj lagi? Jangan-jangan Allah sudah
membinasakan mereka semua?
Mereka pun musyawarah.
“Kita harus mengecek ke bawah gunung nih!” Jangan-jangan Yajuj dan Majuj memang
benar-benar sudah kalah? Ada riwayat yang bilang satu orang sudah siap mati
turun dari gunung untuk memeriksa. “Ah, sudahlah, kalau kabar Yajuj dan Majuj
sudah mati itu salah, aku sudah siap dibunuh mereka”.
Ada riwayat yang bilang
nabi Isa dan beberapa orang ikut turun memeriksa.
Kemudian Nabiyullah
‘Isa dan para Sahabatnya turun (dari gunung) ke bumi, dan ternyata mereka tidak
mendapati satu jengkal pun di bumi kecuali penuh dengan bau busuk dan bangkai
mereka. (HR Muslim)
Al-Mubayyadh menulis:
Didapatkan pula
informasi dari sebagian hadist sebelumnya tentang adanya seseorang dari
kalangan kaum muslimin yang rela mengorbankan dirinya dengan cara turun gunung,
menuruni bukit, untuk mencari tahu tentang keadaan musuh mereka (Yajuj dan
Majuj). Lantas dia melihat mereka semua sudah terkapar mati. (hal 975)
Saat itulah prajurit
Kamikaze itu buru-buru melaporkan kepada Yesus bahwa Yajuj dan Majuj semuanya
sudah tewas. Nabi Isa dan orang-orang begitu gembira.
Ketiga, penyingkiran
mayat Yajuj dan Majuj
Masalah belum selesai.
Karena saking banyaknya mayat Yajuj dan Majuj, bau busuk mayat mereka menyebar
ke seantero bumi, membuat umat manusia lain muntah-muntah saking baunya. Bahkan
dikatakan tidak ada sejengkal pun bumi kecuali penuh dengan bangkai mereka.
Ya, bayangkan saja
sejauh matamu memandang isinya bukan rumput yang indah ataupun sungai yang
mengalir, tapi mayat yang berbau busuk. Yesus, Imam Mahdi, dan pengikutnya
merasa bingung. Ini gimana cara menguburnya. Nggak mungkin! Bisa-bisa butuh ratusan
tahun untuk mengubur mereka semua. Atau bisa jadi yang mengubur keburu
meninggal karena bau busuk dan penyakit yang dibawa oleh mayat Yajuj dan Majuj.
Di tengah kebingungan
itu, nabi Isa dan umat manusia pun berdoa lagi. Mereka mengakui tak mampu menyelesaikan
masalah ini. Allah swt pun sekali lagi turun tangan. Diutuslah burung-burung
yang berleher mirip unta yang membawa mayat-mayat mereka. Dikatakan bahwa
langit sampai gelap karena tertutup oleh burung-burung itu saking banyaknya
jumlah mereka. Padahal waktu itu bukan malam hari.
Selanjutnya Nabiyullah
‘Isa dengan para Sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah mengutus
sekelompok burung yang lehernya bagaikan leher unta, lalu burung ter-sebut
mengambil dan melemparkan bangkai-bangkai itu ke mana saja sesuai dengan
kehendak Allah. (HR Muslim)
Al-Mubayyadh juga
menulis:
Bangkai Yajuj dan Majuj
dibawa oleh sejenis burung yang dikirim dari sisi Allah, lantas burung burung
tersebut mencampakkannya ke lautan (hal 975)
Ada orang yang bertanya
ke Al-Mubayyadh: dari mana asal burung-burung itu? Al-Mubayyadh menjawab,
“Jangan menganalogikan urusan itu dengan akal dan logika kita yang terbatas”
Artinya, apapun bisa
terjadi dan saat ini seorangpun tidak tahu jawabannya. Nanti jawabannya baru
akan ketahuan ketika saatnya sudah tiba.
Keempat, menyingkirkan
bau busuk dan anyir darah mayat Yajuj dan Majuj
Apakah masalah sudah
selesai? Belum! Mayat mereka memang sudah disingkirkan oleh burung-burung
berleher unta, tapi masih ada yang tertinggal. Apa itu? Bau busuk mayat dan
darah!
Bagaimana pula
menyingkirkan bau itu? Kalaupun Yesus dan orang-orang lain menyiramnya, mungkin
butuh bertahun-tahun baru seluruh bumi bersih dari bau mereka. Mereka pun
sekali lagi berdoa kepada Allah. Mereka tahu tak mampu menyelesaikan masalah
ini.
Sekali lagi Allah swt
memperlihatkan kuasa-Nya. Al-Mubayyadh menulis:
Akan tetapi kabar
gembira ini belumlah sempurna karena bau busuk Yajuj dan Majuj merusak segala
sesuatu di sekitar mereka. Kemudian Isa as dan kaum muslimin yang bersamanya
kembali menundukkan diri berdoa kepada Allah, memohon agar Allah membebaskan
mereka dari bau busuk bangkai Yajuj dan Majuj.
Kemudian turun hujan
yang tidak biasa. Mulailah terjadi banjir dan juga yang penghabisan menerpa
bumi. Hujan atau banjir ini membasahi bumi sehingga bau busuk bangkai Yajuj dan
Majuj pun hilang! (hal 975)
Bumi telah bersih dan
suci kembali! Tak disangka. Allah swt membersihkannya dalam waktu yang sangat
singkat. Nabi Isa dan para sahabatnya pun bersyukur.
Apa yang terjadi
setelah itu?
Yajuj dan Majuj kini
telah musnah seluruhnya. Yesus, Imam Mahdi, dan para sahabat mereka turun dari
bunker mereka di gunung Thursina. Umat manusia pun semuanya keluar dari tempat
persembunyian mereka. Alangkah kagetnya mereka, ternyata masih ada senjata-senjata
Yajuj dan Majuj yang tertinggal.
Dikatakan dalam
riwayat, umat manusia membakar senjata-senjata Yajuj dan Majuj. Saking
banyaknya jumlah senjata mereka, api yang membakar senjata mereka tak pernah
padam sampai 7 tahun lamanya. Tak bisa dibayangkan sebanyak apa jumlah senjata
mereka dan sebanyak apa jumlah pasukan Yajuj dan Majuj. (Al-Mubayyadh hal 975)
Di sebagian kisah yang
lain, ada sisa mayat Yajuj dan Majuj yang tersisa di bumi, tapi sedikiiit
sekali. Nah, sisa mayat ini dimakan oleh binatang-binatang dan sebagian jadi
pupuk alami bumi sehingga bumi jadi sangat subur. Ah, pada akhirnya kita
kembali ke tanah.
Manusia pun sangat
bersyukur. Mereka kembali membangun bumi. Nabi Isa, Imam Mahdi, dan para
sahabatnya kembali memimpin dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya
dipenuhi dengan kezaliman.
Datangnya Zaman
Keemasan Bumi!
Setelah Ya’juj dan
Ma’juj kalah, datanglah zaman keemasan di seluruh bumi.
Pada zaman Umar bin
Abdul Aziz[12] ,
zaman ini pernah datang, tapi cuma 2 tahun dan itu pun di wilayahnya saja.
Kemakmuran tidak sampai ke seluruh dunia. Tapi di zaman setelah Ya’juj dan
Ma’juj, kemakmuran ada di seluruh dunia. Bumi memasuki zaman keemasannya!
Dikatakan saat itu Imam
Mahdi yang memimpin, lalu digantikan oleh Yesus.
Ini nubuat dari
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tentang zaman emas ini:
Kemudian dikatakan
kepada bumi: “tumbuhkanlah buahmu dan kembalikanlah berkahmu!” Pada waktu itu
sekumpulan manusia dapat kenyang dengan makan satu buah delima dan mereka dapat
bernaung di bawah kulitnya yang telah terkelupas. Diberkahi pula susu, sehingga
unta yang bunting dapat menghasilkan susu yang cukup untuk membuat kenyang
sekumpulan besar manusia. Sapi betina yang bunting mampu menghasilkan susu yang
cukup untuk satu kabilah, dan susu dari seekor kambing yang bunting cukup untuk
beberapa manusia.” (HR Muslim)
Prediksi dari
nabi shalallahu alaihi wassalam menarik. Kita bisa
menebak-nebak kondisi di zaman itu:
1.
Hasil pertanian, buah-buahan, dan hasil bumi akan melimpah ruah.
Bisa jadi supply malah lebih besar daripada demand.
Keberkahan meliputi seluruh dunia.
2.
Buah delima jadi sangat besar di zaman itu, sampai orang-orang
bisa berteduh di kulit delima yang sudah dikelupas. Apakah manusia di masa depan
bisa memperbesar ukuran buah-buahan dengan teknologi mereka? Wallahu
a’lam. Tampaknya zaman itu memang berkah sekali. Ya, jelas saja. Yang
memimpin dunia adalah seorang nabi. Bagaimana mungkin nggak berkah?
3.
Tampaknya makanan dan minuman akan tersedia banyak sekali dan
melimpah. Sebagai ilustrasi, susu bisa membuat kenyang banyak orang. Bahkan
satu sapi bisa membuat satu kabilah (klan / suku) kenyang. Saya nggak kebayang
satu sapi bisa membuat satu suku kenyang. Bagaimana caranya? Entahlah. Umat
manusia di masa depan tampaknya bisa melakukan hal-hal yang mencengangkan
dengan teknologi mereka.
Kalau dalam riwayat
lain, saya pernah membaca kalau ada wanita yang berjalan dari Hadramaut ke
Shan’a sendirian dan tidak diganggu. Wanita itu tak takut kepada siapapun
kecuali terhadap Allah. Jaraknya sekitar 600 kilometer. Kenapa dipakai
ilustrasi Hadramaut ke Shan’a? Zaman dahulu, jarak di antara kedua kota itu
jadi sarangnya suku-suku perampok dan pembunuh. Gampangnya, kalau ada rombongan
dari Hadramaut ke Shan’a, harus bawa penjaga dan pasukan yang banyak. Kalau
nggak? Siap-siap mati lah.
Ini dijadikan ilustrasi
karena saking amannya kondisi di waktu zaman Yesus, sampai-sampai wanita yang
berjalan sendirian dari Hadramaut ke Shan’a pun nggak akan kenapa-kenapa. Wanita
itu nggak akan takut kecuali kepada Allah. Artinya, keamanan di zaman itu
sangat terjaga.
Dikatakan juga
kemiskinan akan hilang di seluruh dunia. Orang-orang akan bingung apa yang
dimaksud dengan kemiskinan. Mungkin seperti apa yang dibilang oleh Muhammad
Yunus, pendiri Grameen Bank, “akan datang saatnya kemiskinan
ditaruh di museum”. Muhammad Yunus yakin sekali kemiskinan akan punah.
Ada juga hadist yang
bilang bahwa anak perempuan akan bermain dengan singa dan ular dan keduanya
tidak menyakiti si anak perempuan tadi.
Dalam hadist lain, bumi
diperintahkan untuk jadi subur seperti di zaman nabi Adam. Makanya banyak
buah-buahan dan makanan yang menjadi besar-besar. Apakah manusia zaman itu
berhasil menemukan cara memperbesar buah-buahan dan makanan lain sehingga bisa
mencukupi kebutuhan manusia? Entahlah.
Intinya, situasi waktu
itu begitu menyenangkan. Semua orang makmur.
Dengan pertempuran ini
(melawan Yajuj dan Majuj), selesailah pertempuran antara kebenaran dan
kejahatan di muka bumi. Untuk selanjutnya kaum muslimin hidup dalam kebaikan
yang agung (hal 975–976).
Muslim berhasil
menunjukkan bahwa mereka bisa melewati seluruh ujian berat itu dengan baik.
Babak terakhir sudah terjadi. Saatnya bumi mengeluarkan semua keberkahannya.
Saking adilnya. Saking makmurnya zaman itu.
Burung apakah yang bisa membawa jasad Yajuj dan Majuj?
Apakah ada yang tahu foto legendaris di atas?
Foto itu adalah jepretan fotografer Kevin Carter yang memenangi Pulitzer Pize.
Pertanyaan saya
selanjutnya: tahukah Anda burung apa yang ada di foto itu?
Coba saya dekatkan
lagi, ya. Ini dia kira-kira jenis burungnya. Yes, ini adalah burung pemakan
bangkai.
Coba kita cek lagi hadist yang berkenaan
tentang mayat Yajuj dan Majuj:
Selanjutnya Nabiyullah ‘Isa dengan para
Sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah mengutus sekelompok burung
yang lehernya bagaikan leher unta, lalu burung ter-sebut mengambil dan
melemparkan bangkai-bangkai itu ke mana saja sesuai dengan kehendak Allah. (HR
Muslim)
Terasa familiar antara foto leher burung
itu dengan deskripsi burung yang ada di hadist? Mungkin para sahabat nabi saat
diceritakan tidak paham, tapi kita bisa mengira-ngira burung apa yang dimaksud
di hadist.
Gambar di atas adalah gambar burung
pemakan bangkai. Dan burung pemakan bangkai ini cukup ada banyak spesies[13] .
1. Burung
Hering Hitam Erasia ( Aegypius Monachus)
2. Burung
Kondor Andes (Vultur Gryphus)
3. Burung
Himalayan Griffon ( Gyps Himalayansis )
4. Burung
Hering Berjanggut ( Gypaetus )
5. Burung
Torgos Tracheliotus ( Lappet Pacet Vulture )
6. Burung
Cape ( Cape Vulture )
7. Burung
Gyps Africanus
8. Burung
Gagak Ruppell
9. Burung
Hooded ( Necroyrtes monachus )
10. Burung
Hering Mesir (Neophron Percnopterus )
11. Burung
Hering Berparuh Panjang ( Gyps Indicus )
12. Burung
Paruh Ramping ( Gyps Tenuirostris )
13. Burung
Hering Berpunggung Putih ( gyps Bengalensis )
14. Burung
Red Headed ( Sarcogyps Calvus )
![]() |
ket: Burung pemakan bangkai spesies
White-rumped Vulture (Gyps bengalensis)
|
Pertanyaan selanjutnya,
kalau begitu burung yang akan membawa jasad Yajuj dan Majuj adalah burung
pemakan bangkai? Jawabannya: tidak tahu.
Mengapa? Kan
tanda-tandanya cocok?
Nah, inilah dia
metode para ulama Islam. Mereka menolak untuk memastikan sesuatu itu A atau
B yang masih ada di masa depan. Mengapa? Ya karena itu masih ada di masa depan
dan kita sama sekali tidak tahu hal yang gaib.
Kita bisa memastikan
masa depan cuma apa yang dikabarkan oleh Alquran dan hadist, selebihnya jangan
memastikan. Misalnya, ada ulama yang bilang kalau sifat Yajuj dan Majuj yang
perusak itu mirip dengan bangsa Mongol.
Tapi apakah Yajuj dan
Majuj nanti yang keluar adalah bangsa Mongol? Tidak tahu. Itu hanya
tanda-tandanya saja yang mirip. Yang kita tahu adalah ada bangsa yang namanya
Yajuj dan Majuj. Mereka perusak. Dan mereka akan keluar di akhir zaman. Titik.
Kita tidak bisa memastikan apapun selain itu. Cuma prediksi atau teori.
Bisa jadi di masa depan
ada spesies burung baru yang ditemukan manusia yang bukan spesies burung
pemakan bangkai. Atau bisa jadi burung yang membawa jasad Yajuj dan Majuj
diciptakan Allah khusus untuk tugas itu saja? We never know.
Ini pendapat Ust.
Muhammad Zulkifli Ali dan saya setuju 100%.
Jumlah Mereka
Ada sebuah hadist yang
menjelaskan bahwa jumlah manusia dibanding Yajuj dan Majuj adalah 1:1000. Entah
perbandingan ini dihitung dari jumlah muslim atau dari jumlah umat manusia.
Jika perbandingannya
dengan muslim saat ini, berarti jumlah kasarnya adalah 1,4 milyar muslim: 1,4
trilyun Yajuj dan Majuj.
Jika perbandingannya
dengan umat manusia secara umum yang ada sekarang, maka 7 milyar: 7 trilyun
Yajuj dan Majuj.
Mungkin dihitung dari
jumlah muslim yang ada di zaman Nabi. Saat haji wada, ada sekitar 10.000
sahabat yang ikut. Jadi, 10k muslim: 10 juta Yajuj dan Majuj.
Atau bisa juga
perbandingan 1:1000 itu dilihat dari jumlah manusia pada waktu mereka keluar
dan menyebar di muka bumi. Manusia yang bukan Yajuj dan Majuj pada saat itu
bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari saat ini. Tidak ada yang tahu pasti.
Begini hadistnya.
Suatu ketika di hari
kiamat, Allah memanggil Adam. Lalu, Allah menyuruh Adam mengeluarkan para
penghuni neraka dari barisannya. Saat Adam bertanya, jumlahnya berapa? Allah
berfirman, “dari 1000 orang, 999 orang masuk neraka”.
Nabi saw segera
menimpali, “(Yang masuk neraka itu) Yajuj dan Majuj 999 orang dan dari
kalian (manusia selain Yajuj dan Majuj) satu orang” (HR Bukhari no 4741)
.
Insight yang Unik
kalian dapat sesuatu yang menarik tidak dari hadist di atas? Dari 1000 orang yang dimasukkan ke neraka, 999 orang nya ternyata dari Yajuj dan Majuj. Mungkin ini tidak mengherankan, sebab mereka adalah bangsa yang hobinya merusak.
kalian dapat sesuatu yang menarik tidak dari hadist di atas? Dari 1000 orang yang dimasukkan ke neraka, 999 orang nya ternyata dari Yajuj dan Majuj. Mungkin ini tidak mengherankan, sebab mereka adalah bangsa yang hobinya merusak.
Tapi mari kita lihat
sisi lainnya. Artinya, saya, Anda, dan manusia selain mereka setidaknya
minoritas di dalam neraka! Untuk itu, mari kita bersyukur.
.
Kenapa mereka bisa
berjumlah banyak sekali?
“Tiada seorang lelaki
pun yang mati di antara mereka (Yajuj dan Majuj) kecuali dia meninggalkan
keturunannya yang berjumlah 100 orang atau lebih” (HR Thabrani)
Bisa dibayangkan? Waw,
pria-pria Yajuj dan Majuj bisa punya 100 keturunan sekaligus.
Yang sangat hebat
adalah perempuannya. Mereka bisa mengandung 100 kali untuk masing-masing anak.
Seperti apa rahim perempuan Yajuj dan Majuj? Ini sangat menarik.
.
Apa yang mereka lakukan
sekarang?
Jawabannya: berusaha
keluar dari kurungan Zulkarnain.
"Setiap hari
mereka (Ya`juj dan Ma`juj) menggalinya, sehingga ketika dinding itu hampir
mereka menembusnya, pemimpinnya mengatakan: Sekarang pulanglah kalian, karena
esok hari kalian pasti bisa menembusnya! tetapi Allah mengembalikannya seperti
semula.”
Hei, kita tak menemukan
jejak peradaban mereka, lho!
Sepanjang sejarah
banyak orang yang bertanya, bagaimana mungkin jumlah orang sebanyak itu bisa
berkumpul di satu tempat selama ribuan atau puluhan ribu tahun dan tak ketahuan
sama sekali oleh kita?
Well,
sebenarnya masih ada banyak tempat di bumi yang belum kita jelajahi sebagai
umat manusia. Tempat-tempat paling misterius, gua-gua paling dalam, hutan-hutan
paling lembab, samudera-samudera terjauh, tempat-tempat paling dingin atau
tempat paling panas, itu semua belum kita jelajahi.
Kenyataannya, kita tak
pernah menyangka ada peradaban yang sangat kuno di Asia, Afrika, dan Amerika
Selatan sampai di abad 19 dan 20. Ada banyak sekali peradaban yang sangat kuno
yang kita tahu keberadaannya baru-baru ini saja.
Saya mencoba mencari
tahu kapan saja penemuan-penemuan legendaris arkeologi diungkap oleh para
ilmuwan kita[15] .
Ternyata, banyak juga yang ditemukan baru-baru ini (saya cuma mengambil yang
kira-kira terkenal)[16] .
1.
Colloseum, Roma, Italia (1811)
2.
Pompei, Italia (1811)
3.
Borobudur (1814) oleh Raffles
4.
Candi Sukuh (1815) oleh Raffles
5.
Great Pyramid of Giza (1818)
6.
Patung Ramses II (1820)
7.
Kota Nineveh (1839)
8.
Penerjemahan Hieroglyphs (penerjemahan awal dimulai oleh
Jean-François Champollion di 1822–1824, tapi kamus lengkapnya
diterbitkan tahun 1858 oleh Society Philomathean dari
University of Pennsylvania)
9.
Peradaban Maya (1839 oleh Juan Galindo)
10.
Ephesus, Turki (1845)
11.
Babylon (1852)
12.
Kota Troy (1871). Sebelumnya kota Troy adalah cerita
rakyat Yunani Kuno belaka, ternyata kota Troy sungguhan ada. Diangkat jadi
film Troy tahun 2004.
13.
Code of Hammurabi (1901)
14.
Machu Picchu (1911)
15.
Tutankhamun's Tomb (1922 oleh Howard Carter dan
George Herbert
16.
Mohenjo Daro (1922)[17] .
Dibuat filmnya oleh Bollywood, yaitu Mohenjo Daro tahun 2016.
Ditemukan kembali oleh Rakhaldas Bandyopadhyay dan dari Archaeological
Survey of India.
17.
Manuskrip tentang Leonidas (yang diangkat jadi film 300)[18] .
Manuskrip ini baru ditemukan tahun 1926
18.
Dead Sea Scrolls (1946)
20.
Terracotta Army (1974)
23.
Gunung Padang (Rapporten van de Oudheidkundige (ROD~ Buletin
Dinas Kepurbakalaan) menulis soal Gunung Padang tahun 1914 tapi
terlupakan. Tahun 1979 penelitian dimulai lagi, tapi baru
terkenal di masyarakat sekitar tahun 2011)[22]
24.
Lukisan dinding Kalimantan (2017). Mungkin berasal dari
40.000 tahun lalu[23] .
Lokasinya ada di kawasan pegunungan karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan
Timur. Gabungan tim peneliti ITB dan Griffith University.[24]
Peradaban paling kuno
yang kita kenal sekarang adalah Mesopotamia. Tapi bangunan atau kuil paling tua
adalah Gobekli Tepe di Turki modern sekarang.
Para ilmuwan
memperkirakan ia dibangun tahun 10.000 Sebelum Masehi. Sebagai perbandingan,
Stonehenge dibangun sekitar 6.000 Sebelum Masehi. Bisa Anda bayangkan, Gobekli
Tepe dibangun 12.000 tahun lalu!
Bahkan, bisa jadi ada
peradaban yang jauh lebih kuno lagi dari Mesopotamia atau bangunan seperti
Gobekli Tepe, hanyasaja belum kita temukan. Maksud saya, kalau kita menolak
Yajuj dan Majuj “hanya” karena kita belum menemukan buktinya, buat saya pribadi
itu agak aneh saja.
ket: lukisan dinding gua di Kalimantan
![]() |
Ket: kuil kuno Gobekli Tepe di Turki
|
![]() |
ket: gambaran kota Mohenjo Daro di film”Mohenjo
Daro” (2016)
|
Lokasi Mereka
Timbul pertanyaan, di
mana lokasinya? Ada banyak spekulasi dan beda pendapat di bagian ini. Mau
bagaimana lagi, lokasi pastinya tidak pernah dikabarkan oleh nabi Muhammad saw.
“Hingga apabila
dibukakan (tembok) Yajuj dan Majuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh
tempat yang tinggi” (Al Anbiya: 96)
Menurut al-Mubayyadh,
Alquran memakai kata hadaba (anak bukit, dataran tinggi) dan
mengandung petunjuk bahwa mereka saat ini tinggal di dataran yang tinggi. Di
manakah dataran tinggi yang paling tinggi? Tibet dan pegunungan Himalaya.
Bahkan, julukannya adalah “Atap Dunia” saking tingginya.
Apakah Yajuj dan Majuj
dikurung di pegunungan Himalaya? Tidak tahu. Kita tidak bisa memastikan.
Nah, saya lupa siapa
saja nama-nama pendukung pendapat ini, tapi setidaknya ada beberapa tempat yang
diperkirakan lokasi Yajuj dan Majuj sekarang:
1.
Tembok
China. Menurut saya
pribadi, pendapat ini keliru. Sebab Tembok China dibangun bukan untuk menghalau
Yajuj dan Majuj, tapi serangan dari utara China. Pun tembok China dibangun
ribuan tahun, padahal Dzulkarnain membangun temboknya dalam waktu singkat
2.
Gorgan
Wall atau Darial Gorge.
Lokasi ini ada di pegunungan bersalju di dekat Rusia dan Iran. Tembok ini masih
misterius, jadi tak banyak yang bisa diceritakan tentang ini.
3.
Suatu
tempat di kutub selatan.
Mereka terkurung di suatu tembok dan tembok itu bisa jadi dilapisi es abadi
kutub. Oleh karena itu, mereka tak bisa menembusnya. Kalaupun mereka bisa
“menembus”, dinding es akan kembali membeku dan es mengurung mereka lagi.
4.
Pegunungan
Kaukasus. Di sini,
rintangannya juga adalah rintangan alam berupa salju yang digabung tembok besi
Zulkarnain.
5.
Pegunungan
Himalaya. Rintangannya adalah
rintangan alam berupa salju abadi dan tembok besi.
6.
Buzghol-Khana, yaitu sebuah celah sempit di antara
gunung-gunung batu. Letaknya di distrik Hissar, Uzbekistan. Orang China
menyebutnya "Tie-Men-Kuan" dan orang Arab menyebutnya “Bab al-Hadid”.
Semuanya artinya adalah “pintu besi”.
Saya pribadi pilih
lokasi di Darial Gorge.
Tapi ingat, ini cuma
pendapat pribadi saja. Tidak ada pengaruhnya juga walaupun saya benar atau
salah, toh lokasi mereka tetap tidak akan terjangkau.
Ada beberapa orang
yang dikatakan telah mencapai tempat Yajuj dan Majuj, yaitu:
1.
Sallam dan pasukannya
(ekspedisi yang dikirimkan khalifah muslim)
2.
Winston Churchill
3.
Ibnu Batthutah
4.
Timurlenk
5.
Hiouen Tsiang
![]() |
Ket: perbandingan es di kutub dari tahun
1979–2012 (NASA). Lihat, makin lama makin mengecil karena global
warming. Ini sekaligus juga global warning[25] .
|
Ada seseorang dengan
username 12345 mengklaim menemukan lokasi Yajuj dan Majuj[27] .
Letaknya di mana? Darial Gorge.
Ia menulis begini:
“Here are my findings.
Please be informed that I am sharing this based on my best knowledge and I do
not insist, what I have found is 100% defend-able. Allah only knows best.
Location info for Google earth users
(browse in 3D):
Lat: 42°46'58.09"N
Long: 44°37'31.03"E
Name: Daryál Gorge, Georgia”
Long: 44°37'31.03"E
Name: Daryál Gorge, Georgia”
Lalu, orang dengan username
Scimitar memposting sebuah gambar. Ia melakukan perhitungan sederhana tentang
tinggi tembok yang mengurung Yajuj dan Majuj.
Menurut dia, tingginya
kira-kira 170,85 meter. Beginilah penampakan temboknya menurut Scimitar.
Jadi, apa itu Darial
Gorge? Ia adalah semacam celah sempit yang menjadi tempat perlintasan dari
banyak suku bangsa kuno.
Nama Darial asalnya
adalah Dar-I-Alan dari bahasa Persia. Artinya adalah Gates of
Alans (Gerbang Orang-orang Alan). Siapa pula Alan ini? Alan[28] adalah
dialek Persia untuk bangsa Arya kuno.
·
Iberian Gates atau Caucasian Gates
·
Orang Rusia menyebutnya Darialis Kheoba
·
Strabo, sejarawan Yunani, menyebutnya Porta Caucasica and Porta
Cumana
·
Plato menyebutnya Fortes Sarmatica atau Portae
Caspiae
·
Bangsa Georgia kadang menyebutnya Darialani
·
Bangsa Tartar menyebutnya Darioly
Jika ingin melihat
foto-foto Darial Gorge dari masa ke masa, silakan klik link berikut[30] dan
di sini juga[31].
Fotonya terlalu banyak, jadi tidak bisa saya share ke sini.
Sebagian orang yang
mengunjungi Darial Gorge pun bertanya-tanya, “Is it Ya'juj and Ma'juj (Gog and
Magog) located?” kata Iqbal Khalid di Google Review. Yah, saya pun tak bisa
jawab itu, Iqbal.
Ekspedisi di Zaman
Kekhalifahan
Di mana lokasi mereka
sekarang? Tidak ada yang tahu. Nabi Muhammad saw pun tidak diberitahu
lokasinya. Namun, dahulu khalifah Al Watsiq Billah[32] pernah
bermimpi bahwa tembok Yajuj dan Majuj telah runtuh. Al Watsiq ini terkenal
sebagai pemimpin yang mencintai ilmu. Ia dekat dengan para ulama, seniman, dan
para cendekiawan. Ia juga memiliki bakat musik tinggi dan dikatakan menulis
sampai 100 lagu.
Karena penasaran dengan
mimpinya, Al Watsiq Billah pun mengutus suatu rombongan yang terdiri dari
militer dan ilmuwan muslim. Pemimpinnya adalah Sallam. Sallam membawa 50 orang
dalam ekspedisinya. Dikatakan ia membawa 5000 dinar sebagai bekal ekspedisi
(sekitar Rp10 milyar). Misi mereka cuma satu: menemukan lokasi Yajuj dan Majuj.
Penuturan ekspedisi ini sepenuhnya saya kutip dari buku Al-Mubayyadh dari
halaman 982–983.
“Rombongan Sallam
berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Ia
berangkat lagi ke arah utara ke daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke
penguasa Sarir, lalu ke raja Lan, lalu ke penguasa Faylan.
Pernah dengar
daerah-daerah itu? Al-Mubayyadh menulis daerah-daerah di atas tampaknya sudah
punah dan hilang dari sejarah. Kita tak tahu di mana lokasinya dan kerajaan
seperti apakah mereka.
Akhirnya, penguasa
Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam dan rombongan untuk
sampai ke pegunungan Yajuj dan majuj. Selama 27 hari Sallam mengarungi puing
daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau
tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia
kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan
kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj dan
Ma’juj tempo dulu.
Selama 6 hari, berjalan
menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat
Ya’juj Ma’juj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma-juj. Di
situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter.
Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.
Dalam Nuzhat
al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan
sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat
al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).
Al-Idrisi juga
menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan
biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka
menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu.
Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa
di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya-juj-Ma-juj
itu.
Ya’juj-Ma’juj sendiri,
menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku
keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, dan membunuh
suku-suku lain. Mereka pembuat onar dan sering menghancurkan suatu daerah.
Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul
Qarnain, Raja Macedonia.
Iskandar kemudian
menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan
tembok dan pintu besi. Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka
keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.
Dalam Nuzhat
al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya
kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat
Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok
penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat
tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz
(Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali
ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan
detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan
Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah, pegunungan Ya’juj-Ma’juj
berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan
dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah
daerah-daerah Rusia.
Gimana menurut pendapat
Anda?
Ekspedisi Abad 21
Sekelompok tim
penjelajah mencoba untuk berkunjung ke Darial Gorge. Mereka membawa
peralatan-peralatan modern seperti gergaji mesin dan semacamnya.
Sayangnya, saya tidak
tahu siapa mereka dan dari lembaga mana. Video yang mereka unggah ke Youtube
ini berbahasa Arab, jadi saya tidak paham. Tapi silakan tonton di sini[33]. Anda
paham bahasa Arab? Tolong sedikit terjemahkan untuk kami dong :)
Berikut ini
gambar-gambarnya yang sebagian saya screenshot dari video:
Majulah ke menit 15:45
langsung. Di sana tim ekspedisi berusaha mengebor lokasi yang mereka sangka
tembok Yajuj dan Majuj.
Yang menarik adalah
komentar yang muncul di video itu. Di bawahnya ada banyak pendapat. Kira-kira
artinya begini kalau diterjemahkan bebas:
“Kita nggak seharusnya
mencoba membobol tembok itu. Apa sih yang lo pada pikirin? Namanya bunuh diri
tahu kalau coba membebaskan Yajuj dan Majuj” (Marcus TR)
“Santai bro. itu cuma
ekspedisi kok. Kalaupun mereka bisa nemu tembok Yajuj dan Majuj, tetep aja
mereka nggak bisa membukanya” (karim ahm)
“Lo yakin sob itu
tembok Yajuj dan Majuj?” (luchmansky)
“Emang sih, ada orang
yang ngasih koordinat di Google Earth” (tarzie84)
“Ini program apa ya?
Uh, ada yang bisa terjemahin ke bahasa Inggris nggak? Gw nggak ngerti sama
sekali. Cuma ngerti pas mereka bilang “Jabal” (gunung) doang hahaha” (Rully W
Hendrawan)
“Di menit 16:25 tuh ada
suara apaan ya?” (Vay Babayin)
Coba cek videonya di
sini[34] ya.
Di video[35] lain,
lelaki yang bernama David Kochi yang mengaku sebagai orang Georgia menulis
begini di komen:
Saya orang Georgia.
Orang-orang kami hidup di tengah Greater Caucasus (Kaukasus besar) dan Minor
Caucasus (Kaukasus kecil) begitu lama sehingga tidak ada yang benar-benar tahu
dari mana kami berasal dan dari mana bahasa kami berasal.
Tetapi sejarah dan
tradisi kami mengatakan bahwa alasan kami berada di sana adalah untuk selalu
menjaga 3 gerbang yang melalui Greater Caucasus
Kami bukanlah tanah
tempat tinggal Yajuj dan Majuj, tapi kami adalah penjaga tembok. Dan sekarang
kami terlalu lemah dan tidak ada yang membantu kami lagi”
Tanggal 17 Mei 2014,
Konstantin Stalinsky[36] dari
media Trend melaporkan bahwa ada bongkahan batu-batu besar yang runtuh di
Darial Gorge. Reruntuhan itu memblok sungai Terek.
Ada 3 orang pekerja
Turki meninggal dan 15 orang terselamatkan. 7 orang dilaporkan hilang, yaitu 6
supir dan 1 penduduk lokal.
![]() |
Kakha Kaladze, Menteri Energi Georgia
|
Rumor menyebutkan
penyebabnya adalah konstruksi yang tidak kuat. Tapi Menteri Energi Georgia,
Kakha Kaladze[37]menolak
rumor itu. Menurutnya, penyebabnya adalah bencana alam biasa saja. Ini juga
pernah terjadi di 2003 dan 2007[38] . FYI,
longsor itu cukup besar, sampai ada 5 juta kubik meter batu dan es yang ambrol.
Saat itu, kondisinya lumayan parah.
![]() |
| Tapi tanggal 23 Oktober 2015, Darial Gorge sudah rapi lagi karena diperbaiki pemerintah Georgia[39] . Mulus |
![]() |
Sekadar pertanyaan
iseng saja, apakah ini punya andil membuat tanah Darial Gorge rapuh? Mengingat
ada beberapa longsor besar sebelumnya. Entahlah, saya bukan ahli bebatuan.
Dr. Hassan Sheikh
Hussein Osman pada 26 September 2018 mengunjungi Celah Darial yang berada pada
170 km di sebelah utara Ibu Kota Georgia, Tbilisi. Katanya, beliau menemukan
sisa-sisa tembaga di Darial Gorge. Apakah itu sisa-sisa tembok Yajuj dan Majuj?
Entahlah[41],
lagipula ini hanya ekspedisi dan tak ada orang yang tahu jawabannya.
Apa mungkin kita
menemukan lokasi mereka?
Saya pribadi tidak
menyarankan untuk mencari mereka karena itu tidak diperlukan. Masih banyak kok
isu di sekitar kita yang perlu diselesaikan. Masalah tauhid, kemiskinan,
pendidikan yang rendah, ketimpangan ekonomi, dsb.
Kalaupun ada ekspedisi
di abad 21 ini yang bisa menjangkau lokasi mereka seperti di zaman Al-Idrisi,
tetap saja tembok itu tidak akan terbuka karena memang belum waktunya.
Pun sangat mungkin
penemuan ini akan sangat dirahasiakan karena sangat misterius. Ada tembok tebal
dan sangat tinggi yang dibuat dari zaman kuno? Apa maksudnya? Penemuan ini akan
menambah deretan hal misterius yang berasal dari zaman kuno yang manusia abad
21 tidak pahami. Info itu akan “ditahan” di kalangan terbatas saja.
Kalaupun penemuan itu
berhasil disebar ke seluruh dunia, saya tebak tidak akan ada banyak orang yang
peduli. Paling mentok jadi isu masyarakat arkeologi atau kaum religius yang
tertarik dengan isu eschatology alias isu akhir zaman. Isu
kemiskinan, pendidikan, atau pilpres lebih seksi dibanding isu penemuan tembok
raksasa entah dari zaman mana.
Saat ini pun isu Yajuj
dan Majuj tidak banyak dibicarakan dan itu sayang sekali.
Ini soal keimanan
Tapi, bukankah tidak
masuk akal ada manusia yang jumlahnya sebanyak itu di bumi dan kita tidak
sadar? Well, Yajuj dan Majuj ini bisa dibilang masuk ke keimanan
terhadap hari kiamat. Mereka termasuk ke tanda-tanda menjelang kiamat.
Soal aqidah bisa jadi
tidak masuk akal karena masuk ke ranah gaib dan belum terjadi di masa depan.
Mau masuk akal atau tidak masuk akal, bukan itu poinnya.
Di Islam, aqidah tidak
bersumber dari akal, tapi dari wahyu Allah. Yang penting yakin saja. Tentang
detail kejadiannya, kita takkan pernah tahu kecuali kita hidup di zaman ketika
Yajuj dan Majuj muncul.
Syaikh al-Mubayyadh
berkata:
“Hari-hari mendatang
mengandung banyak hal yang sangat mengejutkan, melampaui yang dapat dibayangkan
manusia sehingga memerlukan berbagai persiapan untuk menghadapinya. Mayoritas
orang melalaikan hal ini”
.
Lantas, Seperti Apa
Kita Harus Bersikap?
Oke, sekarang kita
sudah tahu tentang Yajuj dan Majuj. Mereka akan muncul di akhir zaman dan tak
terkalahkan oleh manusia manapun.
Tapi, setelah membaca
soal ini, adakah yang merasa menyerah, apatis, dan putus asa? Apakah
ada yang merasa lebih baik nggak melakukan apa-apa dan kabur saja?
Seperti yang saya tulis
di atas, bukan begitu metode Nabi dalam share akhir zaman.
Mari kita cek, sebenarnya ada berapa orang sahabat nabi yang meriwayatkan kisah
Yajuj dan Majuj dari nabi?
1.
Abu Said al Khudri
2.
Abdullah bin Umar
3.
Ibnu Harmalah
4.
Abu Hurairah
5.
Zainab binti Jahsy
6.
Abdullah bin Mas’ud
7.
Nawwas bin Sam’an
Itu nama-nama sahabat
yang tercantum di buku Syaikh al-Mubayyadh.
Para sahabat nabi
adalah orang-orang yang paling mengerti hadist. Mengapa? Jelas saja, soalnya
hadist kan diturunkan di zaman mereka. Nabi membacakannya langsung di depan
mereka.
Sekarang silakan googling sendiri siapakah mereka dan seperti apa riwayat hidup mereka.
Pertanyaannya, apakah
yang mereka lakukan?
Apakah ada satu cerita
di mana mereka putus asa setelah mendengar kisah Yajuj dan Majuj?
Apakah mereka
menyerah, bunuh diri, atau kabur dari sisi nabi?
Apakah mereka
menenggelamkan diri ke sumur, masa bodoh dengan masyarakat, lalu menjauh dari
kehidupan dunia?
Apakah para sahabat
beralasan bahwa ini takdir, lalu putus asa dan merasa tidak akan ada yang mampu
berbuat apapun?
Tidak pernah terdengar
hal seperti itu.
Justru, para sahabat
tetap tegar. Mereka menerima kenyataan dan move on. Mereka balik
bertanya, “perbuatan baik apa yang harus kulakukan saat ini? Apa persiapan yang
perlu kususun?”
Kenapa para sahabat
bisa setegar itu? Sebab, nabi sudah memberitahu solusinya. Nabi tidak cuma
memberitahu fenomena-fenomena dahsyat yang bakal terjadi di akhir zaman, tapi
juga solusinya.
Masalahnya, kita yang
orang awam tidak paham. Tapi para sahabat paham. Sekarang, saya akan share satu
hadist yang dikutip dari Syaikh al-Mubayyadh.
“Hendaklah kalian
bersegera melakukan amal salih sebelum fitnah (ujian/perselisihan) terjadi
laksana malam yang amat pekat. Saat itu seorang lelaki beriman pada pagi
harinya dan menjadi kafir pada sore harinya. Atau pada sore harinya beriman dan
menjadi kafir pada keesokan harinya, karena dia menjual agamanya dengan harta
dunia” (HR Muslim).
Apa yang kalian tangkap dari hadist ini? Nabi memberitakan akan terjadi fitnah (ujian) yang sangat
besar sampai-sampai orang dengan mudahnya menjadi muslim lalu kafir?
Yes, memang benar.
Tapi ada satu lagi yang nabi sampaikan. Apakah Quoran sadar kalau nabi
memberitahu solusinya di sana? Ini dia..
“Hendaklah kalian
bersegera melakukan amal salih…”
Inilah solusi yang
tidak kita sadari!
Kalau nabi mau membuat
para sahabat dan umatnya putus asa dan pasif, kenapa beliau repot-repot
memberikan solusi?
Nabi menegaskan
seolah-olah begini, “Nanti bakal terjadi hal-hal besar dan mengerikan. Kamu
akan dibombardir oleh ujian-ujian yang sangat besar yang mungkin nggak akan
sanggup kamu tanggung. Tapi tenanglah, saya punya solusinya. Ini yang harus
kamu siapkan. Kamu harus melakukan banyak perbuatan baik. Sesegera mungkin.
Janga ditunda-tunda. Itu akan membuat dirimu selamat”
Itulah yang dipahami
oleh para sahabat nabi dan yang mereka praktekkan. Dan lagi-lagi jangan salah
paham ya. “Amal salih” itu tidak sekadar sholat, sedekah, atau hal-hal praktis
lain.
Membangun keluarga
yang baik, mendidik anak-anak jadi orang yang cerdas dan solutif, membuat
yayasan untuk memberi beasiswa 1000 mahasiswa, membuat empire bisnis
yang mempekerjakan 100.000 orang Indonesia, itu semua amal salih.
Lakukan hal-hal besar.
Bermimpilah untuk memberikan kontribusi di level nasional atau global. Bangun
kerjasama antarnegara, bangun komunitas jutaan orang, gerakkan bisnis Asia. Itu
semua amal salih. Jadi jangan sempitkan makna amal salih dengan “sekadar”
perbuatan praktis seperti shalat misalnya. Itu cuma sebagian kecil saja.
Lakukan amal salih
sebanyak mungkin dan jangan ditunda-tunda. Mudah-mudahan dari amal salihmu itu
entah yang mana, ada manusia yang terdidik atau terbantu. Kelak, dia bakal
memimpin masyarakat dan menyiapkan masyarakat supaya lebih siap menghadapi masa
depan.
Bahkan, nabi memberi
paradigma yang sangat unik. Begini:
“Jika hari kiamat
terjadi sedang di tangan salah seorang dari kalian ada tunas pohon kurma, jika
dia mampu untuk tidak berdiri sampai dia selesai menanamnya, maka hendaklah dia
mengerjakannya” (HR Ahmad)
Ini yang diminta
Rasulullah dari kita. Seandainya nih, suatu hari kita mau menanam benih pohon.
Kita jongkok untuk menanam benih itu. Tiba-tiba, saat jongkok itulah, kiamat
terjadi. Kata nabi, tetap tanam benih pohon itu!
Artinya apa? Ini kata
Syaikh al-Mubayyadh:
“Misi Islam adalah
misi berderma, bahkan sampai pada kondisi yang sedemikian gelap gulita.
Jangan sampai orang
membayangkan bahwa kepayahan, fitnah (ujian), dan kerusakan yang telah
berkembang sedemikian besar dan merajalela menjelang kiamat mendorong mereka
malas-malasan, tidak mau beramal, atau meremehkan misi suci ini (berderma /
berbuat baik). Setiap muslim tetap dibebani kewajiban selama nyawa masih
dikandung badan.
…Nabi mendorong kaum
muslimin agar beramal dan berderma SAMPAI KAPANPUN, walau seandainya
hari kiamat sudah di depan mata sedang di tangan salah seorang dari mereka ada
tunas pohon kurma, maka hendaklah dia tetap menanamnya meskipun dia tahu pasti
bahwa dirinya tak akan memetik buahnya dan dia pun tahu dirinya tidak akan
mendapatkan pahala yang terus menerus setelahnya (karena sudah terlanjur
kiamat)”
Referensi
Buku Ensiklopedi Akhir Zaman oleh
Dr.Muhammad Ahmad al-Mubayyadh
Gog and Magog in Early Syriac and Islamic
Sources: Sallam’s Quest for Alexander's Wall oleh Erneri van
Donzel dan Andrea Schmidt. Dengan kontribusi oleh Claudia Ott.
Quora : Wahyu Awaludin,
belajar di Universitas Indonesia
Catatan Kaki
Terimakasih telah membaca :
)
n




























Comments
Post a Comment